Balada Asmara Biduan Dangdut
“Hadiah ini pantas banget buat kamu, seorang penyanyi muda berbakat yang selalu bekerja keras.”
“Ya Allah, Mbak...” Dewik telah kehabisan kata-kata untuk berucap. Dia kembali memeluk artis pujaan hatinya tersebut.
“Nah, kalau untuk kalian, saya juga punya hadiah, lho!”
“Untuk kami?” Aku mengerutkan dahi.
“Iya, buat grup musik Tak Usah Kau Risau Rumput Tetangga MAsih Hijau!” Berikutnya, Mbak Inul mengeluarkan selembar kertas yang berisi banyak tulisan-tulisan. “Ini buat kalian.”