Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as puisi biasa
Read
+Library
Dianggap Wanita Biasa, Ternyata Berkuasa

Dianggap Wanita Biasa, Ternyata Berkuasa

tegas Amara Kalimat itu meluncur mulus, dingin, dan tanpa beban. Amara sengaja menekankan kata ‘belum jadi apa-apa’, seolah sedang melabeli Naila sebagai produk gagal yang tidak punya nilai. Ruangan mendadak sangat tenang. Naila tidak merasa marah. Tidak ada letupan emosi atau keinginan untuk membalas makian. Ia hanya merasa lelah sebuah kelelahan yang teramat sangat, yang telah menumpuk dan menguras seluruh energinya…
267 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as puisi biasa
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Tapi karena ada sesuatu yang ingin ia simpan. Ia menulis pelan: “Hari ini biasa saja, dan itu terasa cukup.” Ia menutup spidol. Melihat kalimat itu. Dan tersenyum. — Anggi membaca dari belakang. “Kadang yang biasa itu yang paling susah diterima,” katanya. Rafa mengangguk. “Tapi sekarang… aku nggak keberatan.” — Ia berdiri.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as puisi biasa
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as puisi biasa
Read
+Library
Miss Antagonist

Miss Antagonist

Semakin susah baginya menutup kesedihan. Anya terlentang di tempat tidur, menatap lampu kristal di tengah-tengahnya, membiarkan tiap bulir air mata berjatuhan ke sisi wajah. “Nggak usah nulis, puisimu makin tahun makin sedih.” Pramudya mengangguk, dia mengakuinya. Puisi bukan hanya tersusun dari bait-bait indah, tapi juga menyentuh, menggambarkan bagaimana perasaan penulisnya.
9.834.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi biasa
Show Reviews (32)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Read All Reviews
Antara Dilema & Cinta

Antara Dilema & Cinta

"Apanya seru? Kan kita udah terbiasa ngomong pakai Bahasa Indonesia? Apa lagi sih yang mau dipelajari. Ribet amat." "Bahasa itu nggak hanya secara lisan. Tapi juga ada seninya. Apalagi dalam bidang kepenulisan. Syair, sajak, puisi, cerpen, novel dan masih banyak. Itulah keunikan dan keindahan bahasa. Nggak ngerti sih!" "Iya, ampun bos! Eh, kamu panas nggak?" "Iya." "Sebentar ya!" Nicho menoleh ke bawah, mencari sesuatu. Ada kerikil yang lumayan besar. Kalau dilempar ke gerbang mungkin akan cukup terdengar suara.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as puisi biasa
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Aku tertarik dengan puisi itu. Meski terlihat sederhana, tapi membuat aku terkesan. Tapi sayang aku tidak tahu siapa penulisnya.” “Maaf, apa Bapak jatuh cinta sama penulis puisi ini, hingga pingin ketemu?” “Hahaha,” tiba-tiba tawa Andre pecah. “Ya, tidaklah Mam. Ini murni tertarik sama puisi dan tulisan lainnya.” “Tulisan lain? Maksud Bapak?” “Ah, itu nanti aku ceritakan lain waktu. Yang aku harapkan sekarang-sekarang ini menemukan siapa yang telah menulis puisi ini.”
107.4K viewsOngoingAdded to Library 267 Times as puisi biasa
Read
+Library
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Salah sendiri ceroboh sekaligus tidak memberi tahu bisa menulis kata-kata bagus. "Ternyata kamu bisa menulis puisi, Van. Bagus pula!" pujiku antusias. Kaivan mengendikkan bahu. "Dan kamu seseorang yang selalu ingin tahu!" Aku tergelak, Kaivan kalau marah semakin terlihat tidak bisa menguasai salah tingkah. Dan, supaya tidak lengah, kamar adalah satu-satunya tempat membaca paling aman. Note: kata-kata dalam buku harian Kaivan adalah cuplikan dari buku Eyang Sapardi Djoko berjudul Hujan Di Bulan Juni.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as puisi biasa
Read
+Library
Bukan Cerita Cinta Biasa

Bukan Cerita Cinta Biasa

Lagi-lagi, Ayu merasakan cintanya pada suaminya tumbuh dengan pesat. Karena Pras selalu pesona.. Semua tingkah laku dan bicaranya membuat Ayu terbang ke langit cinta. "Kau ini, Mas. Rayuanmu, bikin klepek-klepek." ucap Ayu saat Pras membacakan puisi untuknya. "Apa iya, sayang? apa kau mau yang lainnya?"
106.5K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as puisi biasa
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as puisi biasa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status