Luka Cinta Istri Kedua
"Mungkin… bukan aku yang dia cintai, tapi bayi ini. Ya, mungkin karena dia sangat menginginkan anak, sampai tubuhnya ikut bereaksi. Sampai dia merasa mual, sakit kepala, seperti sedang hamil juga. Karena dia terlalu menginginkan bayi ini. Bukan aku."
Air matanya nyaris jatuh, tapi ia buru-buru menyeka. Ia tahu, tak akan ada yang benar-benar mengerti. Ia hanya istri kedua. Perempuan yang dinikahi bukan karena cinta, tapi karena harapan, harapan akan hadirnya seorang anak. Sementara cinta? Ia tak yakin cinta pernah ikut serta sejak awal.
"Mungkin nanti, kalau bayi ini lahir, semuanya akan kembali seperti semula. Dingin. Jauh. Aku hanya akan jadi perantara. Wadah untuk anak yang dia impikan."
Hot Chapters