Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Pintu pun akhirnya terbuka dengan tubuh Cakrawala yang langsung berdiri tenang di ambang pintu, mengamati tubuh Nihla dengan ekspresi jijik. "Hm! Bagus kalau kamu masih punya rasa takut, Cakra!" seringai Nihla sinis. Dia tersenyum penuh kemenangan, tidak sadar dengan penampilannya yang telah berubah compang-camping. "Dengar, Nihla. Seorang Cakrawala nggak akan pernah takut! Apalagi hanya dengan ancaman seorang wanita seperti Anda!" balas Cakrawala dengan suara yang tajam. Kedua tangan yang tergantung di sisi tubuhnya seketika mengencang.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Kalau begitu, Nona Jennifer maukah kamu memberiku kehormatan untuk berkencan sebentar?” Sambil berbicara, Rian mengulurkan tangannya seperti seorang pria terhormat. Angin bertiup sepoi-sepoi dan mata menawan itu tampak dipenuhi bintang. Tiba-tiba aku teringat sebuah kalimat dalam surat cinta itu. Hal-hal yang menggerakkan hati adalah hal-hal yang paling biasa, Seperti pecahan es yang berdenting, Seperti buah plum di mangkuk porselen putih.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Kepiawaian Vajra dalam memetik instrumen berdawai itu memang bukan isapan jempol semata. Mendengar iringan yang begitu indah, kepercayaan diri Candrani melonjak. Ia menarik napas dalam, lalu mulai membacakan bait pertama dari puisinya yang berjudul "Cahaya Candra di Balik Mega." Puisi itu berkisah tentang Dewi Bulan yang sinarnya dihalangi oleh kabut tebal kiriman Dewi Kegelapan.
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Hanya barisan tulisan yang lebih mirip kumpulan puisi. Atlicorion, mempersembahkan pengabdian pada ceruk kaca samudera Menyianginya dengan kehidupan laksana surga dan memberi kebahagiaan yang mengalir deras dari sumbu-sumbu langit Perisai lima samurai senantiasa merangkulnya dalam kesatuan yang kekal Lingkaran pembatas dua arah yang menjaga Luxavar dalam terpaan alam yang maha kuat…
105.9K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
TULPA

TULPA

*** "Resah, atmaku bergejolak tak berirama, Mendobrak kerang, membentur cakrawala, Meliuk ke sana-kemari tak bertujuan, Mencoba mencari jawaban di luasnya buana. Kepak sayap tak berkesudah Lelah menjajah waktu dan alam Namun semuanya terasa hampa Di mana dikau wahai, Tuan? Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang."
106.5K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Kacanya retak, tidak lagi berbentuk Topeng kaca agung yang selalu dipuja Menutup wajah, menahan air mata Tidak ada Tuhan Hanya ada aku dan dosa Terlalu jalang bahkan untuk kata surga Topeng kaca yang retak Tidak lagi tersusun Menampakkan manusia dengan sisa napasnya Topeng Kaca Dunia bergerak lincah Bersujud dalam tangis, mengaduh Waktu berkeliling mengedar Mencela mana-mana yang tidak senantiasa Tersenyumlah meski langit mencengkram Tertawalah meski guntur menangkap Tidak mengapa jika kau angkuh, sudah cukup Laksana terang bulan Bercahaya lebih dari bintang Berapa lama sosoknya ada, tidak terhingga Kacanya retak, tidak lagi berbentuk Topeng kaca agung yang selalu dipuja
103.3K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

--- Langit sudah jernih… tapi di kejauhan, dari garis cakrawala, muncul cahaya lain, warna keemasan, seperti suara baru yang belum dikenal dunia. Kael menatapnya. “Apa itu lagi?” Liora menatap langit dengan mata sempit. “Itu... Nada Ketujuh.” Risa menggenggam batu kristal di tangannya. “Atau... lagu yang akan menulis ulang segalanya.”
1.4K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Di hadapannya terbentang jalan yang gelap, dan Elora tahu bahwa sekali ia melangkah ke dalam dunia ini, tak ada jalan kembali. Pintu yang ada di depan matanya terbuka dengan suara berderit. Di dalam, beberapa orang tampak sedang berbicara dengan pelan, sementara sebagian yang lain asyik dengan percakapan di meja bar. Keheningan yang ada membuat Elora merasa semakin terasing. Suara tawa dan obrolan yang tidak jelas hanya semakin membuatnya merasa seperti orang luar.
910 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi cakrawala
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status