Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

"Tulis satu puisi. Temanya tentang perjuangan.” Para siswa mulai mengambil kertas dan kuas. Beberapa langsung menulis. Beberapa lainnya menatap kertas kosong di depan mereka dengan wajah bingung. Shandi mengambil kuasnya tanpa ragu. Tangannya bergerak cepat dan teratur, seperti sudah tahu dari awal apa yang ingin ia tulis. Daisha menatap kertas kosong di depannya. Guru menyadari itu, di saat semua orang sibuk menulis puisi. Daisha hanya diam dalam pikirannya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

Kali ini Dian anak Joan yang berbicara. "Tante mungkin tidak tahu, kalau kami ini jenius. Tapi juga nggak perlu orang jenius hanya untuk membela ibunya karena itu memang sudah tugas anak, terlebih jika kehormatan ibunya dihina di depan mata seperti ini. Jika Mas Tama tampak 'sok' buat kalian tentu saja begitu terlebih dia adalah satu-satunya laki-laki dalam keluarga kami. Bunda, Lika nggak jadi punya ayah deh, kita kembali ke Cianjur saja ya?" Kali ini Anulika yang membalas perkataan Dian. Tangan Anulika terulur guna meraih tangan sang bunda. Saat Almira mau membuka suara. Davka lebih dulu berucap sembari merengkuh Almira dalam dekapan.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Sebenarnya Dia Mesum Ma!

"Gue lebih cinta dan taat ke tuhan deh, tapi cintaku padamu sangat banyak. Banyak sekali sehingga tidak bisa dihitung." "Idih buaya darat bersaksi." "Gue serigala yang setia sampai mati. Eh, bidadari malu tuh, mukanya sampai merah. Duh gemes jadi pengen cium dan gigit manja," katanya sambil menaik turunkan alisnya yang tebal.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Di Tian masih ingat bahwa dia menggunakan Dao Sastra Ilahi tahap pertama saat menulis bait puisi untuk diberikan kepada Fen Xuemin. Tahap pertama dari Dao Sastra Ilahi disebut dengan Niat Kata, dan Di Tian melakukan itu supaya Fen Xuemin benar-benar menghayati isi bait sekaligus memahami makna di balik bait. Atas dasar itulah Di Tian ingin tahu apakah Fen Xuemin menyukainya atau tidak. Hanya sebatas itu.
9.8442.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.3K kali sebagai puisi dia
Tampilkan Ulasan (181)
Baca
+Pustaka
Warna Ijo
hukum surgawi mungkin tdk jauh berkaitan dngn judul novel itu sendiri pewaris dewa penciptaan, yg berarti jika sebuah hukum surgawi itu berkaitan dengan sebuah kehancuran masal, krna sejati'a sang Pencipta pasti bkn hal yg sulit untk mlakukan kehancuran pda sbuah ciptaannya sendiri,. maaf hehehe
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Diary Langit

Diary Langit

Bandung yang memesona. Sungguh ku tak ingin Hatiku jadi milik yang lain Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin Kutemukan lagi... (Rossa-Jangan Hilangkan Dia) Alunan lagu dari audioplayer mobil menambah hangat suasana. Liriknya menyentuh di hati mereka. “Sayangnya dia telah hilang dari hidupku,” guman Syifa tanpa sadar. “Siapa yang kamu maksudkan Syifa, apa itu tentang Reno?” selidik Arun dan
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** "Dia siapa, Bu?" tanya Jelita saat perempuan itu sudah pergi. "Tetangga yang rumahnya deket sama rumah Pak Larso. Dia juga salah satu langganan Ibu, tapi ya itu. Mulutnya lemes banget. Kalau ngomongin tetangga-tetangga pedes kayak hidupnya sudah bener sendiri," kata Puspa sedikit jengkel. "Kamu ngapain ke pasar bawa Ika?"
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Diana Born In 2001

Diana Born In 2001

Malam pun mulai semakin larut dengan keheningan malam yang sepi dan sunyi, hembusan angin yang memasuki kalbu membuat siapa pun dapat terlarut dalam lamuan nya. Sajak sajak puisi di tuliskan dan di untaikan di sebuah kertas diary, yang bersaksikan dinding dinding yang diam di depan wajah. Kertas demi kertas semakin terisi oleh sajak puisi dan diary yang dituliskan oleh Diana untuk seseorang yang masih ia cintai di masa lalu dan masih ada sampai saat ini jauh di lubuk hati nya yang sangat dalam, ya dialah Fahri kakak kelas nya saat SMP sekaligus cinta pertama bagi nya. Ingatan itu masih sangat jelas di dalam ingatan Diana, ketika awal iya bertemu dengan nya dan sekedar mengagumi yang kemudian
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

Seandainya . Guratan pena berisi puisi di selembar kertas menemani tangis Dinah hari ini. Puisi yang entah mengapa ia tulis sebagai bentuk lukanya saat ini. Dinah berharap ini mimpi, walaupun mimpi itu terlalu nyata untuk dianggap ilusi. Satu nama Untukmu yang kini tak lagi di sini Jangan khawatir tentang aku Percayalah, aku kuat
87.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Dari dalam hati kau takkan terganti sampai nanti aku mati Dari dalam hati kau takkan terganti Suasana semakin hening kala Langit membuka suara tetapi tak kunjung dilanjutkan. Deg-degan. Mungkin itu yang saat ini tengah menggambarkan bagaimana kondisi penghuni kelas X IPS 2. Mereka semua deg-degan dan menerka-nerka apa yang akan disampaikan oleh Langit kepada Eriska. Saking deg-degannya, mereka semua tak sadar jika sedari tadi ada suara lagu yang mengalun indah menjadi backsound momen antara Langit dan Eriska.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi dia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status