Nada di Hati Sastra
“Dia sama Aldi, kan, butuh makan. Jadi, wajar kalau dia terima kerjaan itu, karena jarang-jarang ada perusahaan yang mau ngambil pekerja seumuran Dina. Untung aja dia becus jadi ibu.”
“Ya sudah, ayo kita pulang,” ucap Anggi ingin segera berada di rumah, karena sungkan jika harus merepotkan Sastra terlalu lama. Meski ia tahu, Sastra sepertinya tidak akan keberatan jika direpotkan. Terlebih oleh Nada. “Biar Mas Sastra bisa pulang juga dan istirahat.”
~~~~~~~~~~~~~~~
“Nada, penggemarmu ada di depan,” ujar Anggi memberi tahu Nada yang sedang menjemur pakaian di belakang. “Baru aja datang.”
Bab Populer