Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

“Di ujung pedang berdarahmu yang telah tumbang Hidup seseorang kau renggut tiada kasihan Arak Bunga Persik menyisakan penyesalan Sendirian menangis menyelami lautan awan Menggenggam setangkai bunga persik, kesepian.” Tepuk tangan dan seruan kagum menggema begitu Xie Qingyan menyebutkan nama penyair terkenal dari zaman dulu.
9.852.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi dilan
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.9K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as puisi dilan
Read
+Library
Diary Sang Kupu Kupu Malam

Diary Sang Kupu Kupu Malam

“DISINI SATU LAGI, CEPATTTT…..! Suara laki-laki itu seolah membuat harapanku untuk kabur dari kejaran pupus dan memudar. Aku seketika melihat dari pekatnya malam, beberapa laki-laki gagah berseragam itu melangkah berlari tegap bersepatu menuju ke arahku yang sekarang hanya terkulai lemah. Aku masih mencoba berdiri, walaupun terseok-seok diantara jalanan curam itu. Maklum, di sebelah dinding kokoh itu adalah sebuah jalan gang beraspal, tempat lalu lalang kendaraan yang memang jika malam sepi kendaraan yang memang jarang dilalui. “Aaaaaaaa.……..”
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as puisi dilan
Show Reviews (24)
Read
+Library
Adevio Putra Kencana
Ok deh sesuai permintaan makan novelnya aku lanjutin di sini ya kak, dan mulai hari ini aku update perharinya terimah kasih dan silahkan berikan komentar untuk terus sama-sama memperbaiki jalan cerita terimah kasih
Deidre
Membahas tentang kehidupan malam memang menarik, saya yakin banyak emosi yang bisa digalih lagi untuk ditimbulkan supaya ceritanya semakin menampilkan pergolakan hati sang kupu-kupu malam sehingga menampilkan makna yang lebih mendalam
Read All Reviews
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi dilan
Read
+Library
Pangeran Pengangguran Mendadak Menjadi Detektif

Pangeran Pengangguran Mendadak Menjadi Detektif

"Tenang, Liqing. Untuk menebus luka hatimu hari ini, aku akan mengirim puisi dan lukisan esok." Ekspresi Yuan Liqing langsung berubah menjadi panik. "Zeyan, jangan kau berani..." Zeyan melambaikan tangan dengan santai sambil berjalan menuju pintu. "Judulnya 'Jenderal Tampan Merindukan Bai Mudan.'" Seketika itu pula Yuan Liqing meraih tombak pendek seremonial dari dudukan di dinding dan melemparkannya ke arah Zeyan.
9.72.1K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as puisi dilan
Read
+Library
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Lirik lagunya kira-kira seperti ini: Lagu terdengar seperti nyanyian dewi dengan jiwa dari seruling giok Secangkir anggur yang memabukkan mengiringi tarian pedang bersama angin Sesosok berjubah putih lewat dengan elegan Istana baru berukirkan emas, suara bara api yang menggema Guratan tebal tinta menanggalkan barisan puisi indah Jubah putih dan pedang bisa menahan asmara Pegunungan dan liuk sungai tak mengingat masa lalu Menulis puisi untuk kesenangan dan menghilangkan kecemasan Dia berkata, bahwa dirinya adalah jelmaan dewa yang jatuh pada istana giok yang sulit membuatnya tinggal Turun ke dunia fana hanya untuk bersulang anggur Mata bergairah, hanya karena sedikit guratan, sedikit puisi, d
3.6K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as puisi dilan
Read
+Library
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Dari kejauhan sudah terdengar canda tawa suami serta anak-anak, dan mereka segera berjalan menghampiri diriku untuk bersalaman, lalu segera santap pagi bersama-sama. *** "Sayang, aku mau nanya sesuatu boleh?" Dilan berujar pelan ketika kami sedang duduk berdua di teras rumah. Kebetulan hari ini Dilan mendapatkan jatah libur dan rencananya kami akan jalan-jalan ke puncak nanti. "Nanya apa, kayaknya serius banget?" Aku menatap penasaran. "Memangnya kamu sering ketemuan sama Gunawan?"
1098.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as puisi dilan
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
109.0K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as puisi dilan
Read
+Library
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Dan tempat rahasiamu terikat.” Saat mereka tiba, udara terasa berat. Ada reruntuhan candi tua di tengah hutan, dikelilingi oleh lingkaran batu raksasa yang bersinar dengan tulisan kuno. Arga mendekat, memandang salah satu batu. “Tulisan ini... tentang Singa Putih?” Ratna mengangguk pelan. “Iya. Dulu aku sering dengar ayah membaca mantra ini sebelum berangkat perang. Tapi waktu itu aku gak tahu artinya.”
101.4K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as puisi dilan
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Dia tahu saat melakukan perjalanan waktu ke tahun 1996, di malam pesta sebelum kelahirannya, dia melihat Larasati muda yang sedang hamil tua bersenandung pelan lagu Walang Kekek dari album ini untuk menenangkan bayi dalam perutnya—menenangkan Elang. Itu adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Larasati tenang di tengah tekanan Barata. "Saya pernah mendengar Nyonya bersenandung lagu ini pelan saat Tuan Barata sakit kemarin," dusta Elang dengan mulus. "Saya mencari cetakan aslinya di pasar antik jalan Surabaya. Konon, lagu ini membawa ketenangan." Larasati mendekap piringan hitam itu ke dadanya. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya jatuh.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as puisi dilan
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status