Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
In Relationship

In Relationship

Dinah mengangguk, sepertinya memang harus ada latihan akhir untuk pemantapan. Dinah mulai membaca tiap bait dalam puisinya, sajak dan diksi yang semuanya Dinah rangkai sendiri. Puisi itu sebenarnya tak hanya tentang perpisahannya dengan para sahabatnya saja, tapi juga satu nama yang begitu istimewa. Siapa lagi kalau bukan Tristan? "Lo mau nambahin lagu juga enggak?" tanya Iqbal. Dinah menaikan salah satu alisnya. "Emang lagu apa? Suara gue jelek. Entar lagunya malah aneh kalau gue yang nyanyiin," jawab Dinah tak percaya diri.
87.1K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as puisi dilan
Read
+Library
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Di dalam, cuma suara kertas yang dibalik pelan dan kadang helaan napas pendek dari salah satu dari mereka. Darian mulai baca pelan-pelan. Puisinya sendiri. Ada tulisan dari masa Averine hamil, ada juga puisi yang dia tulis waktu nggak tahu harus gimana mendekati Averine lagi. Kalimatnya nggak indah-indah amat, tapi jujur. Tiba-tiba dia merasa malu sendiri. "Kamu nulis ini waktu aku hamil?" tanya Averine sambil menoleh.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi dilan
Read
+Library
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Bu Lastri tertawa kecil, memainkan rambutnya dengan gaya yang tidak sesuai dengan usianya. “Bagus, Bu! Followers Ibu pasti suka. Coba sekarang kasih caption dramatis yang bikin orang kepo.” “Misalnya… ‘Aku butuh lelaki sejati di hidupku’?” Bu Lastri tertawa genit. Andin mengacungkan jempol. “Pas banget! Udah, langsung posting aja.” Hendra menghela napas berat. “Astaga, pagi-pagi kalian sudah sibuk dengan ini lagi?”
105.6K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as puisi dilan
Read
+Library
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

Nada yang mengisi sunyinya, melengkapi kekurangannya, dan menjadi irama paling indah dalam hidupnya. Nada akan selalu tinggal di hati Sastra dan selamanya ... akan tetap di sana. ~~~~~~~~~~~~ ~ Luka yang pernah tercipta mungkin tidak akan mudah dilupakan. Namun, cinta yang tulus selalu mampu menyembuhkan. Kanietha ~~~~~~~~~~~~ Hula, Mba beb ter💙💙💙 Nada dan Sastra pamit undur diri dengan menyelipkan anaknya papa Raga di sana. Dan, kiss banyak2 karena sudah mengikuti sampai bab akhir 🤗🤗🤗
1027.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi dilan
Show Reviews (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Read All Reviews
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Laut Atlantik bergemuruh di sekitar kapal layar kecil itu, mencerminkan badai emosional di geladak. Kania berdiri, pistol Arsa yang diambilnya dari Dresden kini diacungkan ke Gio. Pistol itu goyah di tangannya, tetapi tekad di matanya keras. "Aku tidak akan meninggalkan Lena," ulang Kania. Suaranya serak karena angin dan ketegangan. "Arsa membuat kontrak denganku. Aku adalah Bayangannya. Dan aku adalah penyelamat anak ini."
101.0K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as puisi dilan
Read
+Library
Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

sanggahku. Danny-kun berpikir sejenak dan mengambil kesimpulan bahwasanya ia harus menghentikan pertengkaran kami berdua. Danny-kun mempunyai ide yang lebih baik, yaitu ia memberikan masing-masing dari kami sebuah puisi yang ditulis olehnya ketika kami masih sibuk berkelahi. "Apa ini, Da-kun?" tanya Hinada. "Ini sebuah puisi yang aku berikan untuk kalian berdua..," jawab Danny-kun.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 209 Times as puisi dilan
Read
+Library
Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Ia tak henti-hentinya berdecak kagum dalam hati. "Danau ini hanya sebuah danau buatan, tapi siapapun yang melihatnya pasti akan merasa kagum," ucap Zidan. "Aku bahkan sangat kagum dan tak bisa berhenti mengaguminya," celetuk Kia. "Ada satu kisah yang belum pernah aku ceritakan padamu tentang danau ini," tutur Zidan. "Apa itu?" Kia merasa penasaran dan langsung menoleh ke arah Zidan.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as puisi dilan
Read
+Library
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 373 Times as puisi dilan
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Dan bahkan jika kau telah pulih Dan bahkan ketika luka lamamu menganga lagi Dan bahkan jika serpihan luka baru kembali mengoyak hatimu Pulanglah, aku rumahmu Jangan serakah, bagi aku lukamu Kita seduh bersama Dalam perayaan diam-diam di ujung malam Demi senyummu yang hanya bisa kuraba dalam ruang percakapan virtual kita. Setelah rampung, Lara hendak menyalin puisi itu ke ponselnya,, dia berniat mengirimkannya pada Mas Gala melalui chat w******p dan berharap, selain kalimat yang dia ucapkan di telepon, puisi ini bisa sedikit membantu Mas Gala meredakan sakit hatinya. Saat Lara mulai mengetik dan tiba di bagian kalimat “Pulanglah, aku rumahmu”. Lara kemudian menghentikan ketikan jarinya. Gadis
3.6K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as puisi dilan
Read
+Library
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Alunan musik tradisional khas kota Banyuwangi mengiringi tarian seorang perempuan bermahkotakan omprok dengan ornamen tokoh Antasena. Salah satu tokoh pewayangan. Tangan kanannya memegang kipas, sedangkan tangan kirinya memainkan sampur yang menggantung pada leher. Pinggulnya bergoyang selaras dengan perpindahan kaki dan gerakan bahu.Dialah Jelita, sang penari Gandrung yang cukup terkenal di desa ini.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as puisi dilan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status