Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Rupanya trauma masih bersemayam sampai saat ini. “Yaudah kita tunggu hujannya reda.” Ivy mengusap-usap kepala Nevan berharap Nevan lebih tenang. Ia melarikan pandanganya pada kaca jendela yang berembun karena terkena air hujan. Sudah memasuki bulan september berarti musim hujan sudah dimulai. Lalu bagaimana selama ini Nevan menjalani musimnya hujannya? Apakah sama seperti ini? Meringkuk diantara rasa sepi dan dikelilingi ketakutan.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Ia terus berdiri dalam bisu, membiarkan tubuh basahnya terus dibasahi hujan yang menderas. Hujan yang nampaknya akan terus turun dengan lebat tanpa henti, sampai bulan februari berakhir. Karena bulan ini memang puncaknya musim hujan di negara tropis yang bisa begitu dingin untuk beberapa hati. "Bisakah aku memperbaiki segalanya?" Ucapan yang keluar dari mulutnya bahkan kalah dengan suara hujan. Begitupun langkah kakinya yang berjalan mendekat pada bangunan sepi gedung dua lantai.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA AYAHKU

ISTRI KEDUA AYAHKU

Anomali cuaca membuat bulan juli yang seharusnya cerah ceria kerap membawa kabar tentang hujan. Aku melangkah ke ruang tunggu dan duduk di salah satu kursinya, memesan taksi online. Aku memang sengaja tak memberitahu siapapun tentang kepulanganku kesini. Kedatangan yang tiba-tiba kadang kala diperlukan untuk melihat suatu kebenaran.
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

ujar Gendhis. Suasana pagi beranjak siang itu cukup mendung. Mungkin karena musim sudah memasuki bulan penghujan. Ah tapi bukankah ini bulan Juni. Harusnya tak ada hujan di bulan ini seperti kata Sapardi Djoko Damono. Gendhis mengambil kopinya, dia menikmati aroma kopi yang menguar. Aroma kopi lampung di mix dengan aceh Gayo. Gendhis menikmati suasana pagi ini sambil menyeruput kopi panasnya. "Kenapa kau lari dari semua masalah ini? Bukankah itu seperti pengecut?" tanya Rio setengah mengejek.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

Ucapnya. Aku terekeh. “Aku hanya menyukai saat-saat seperti ini, hujan selalu menjadi anugerah untuk bumi. Meski bumi harus menahan diri untuk tak melihat matahari.” Hujan tak salah, dia hanya sebagai perantara, atau mungkin sebagai pengisi kekosongan diantara keduanya. Hujan juga bisa dijadikan sebagai sesuatu yang menjadi jeda, atau tempat singgah sebelum bumi dan matahari saling menatap.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Setelah tawanya reda, Yudi bertanya, "Lu nggak tau?" // Hari sudah sore, beberapa menit lagi waktunya Aina untuk pulang. Namun, sial, hujan kembali turun dengan derasnya. Memang, bulan-bulan ini sudah masuk musim penghujan. Wajar bila tiba-tiba hujan turun bahkan ketika siang harinya matahari bersinar begitu terik.
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 627 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

“Yah sudah, tunggu apalagi? Ayo kita … mandi hujaaan ….” Saat itu, pertama kalinya aku keluar dari rumah dan merasakan, bagaimana rasanya, ditimpa air yang jatuh dari langit dengan jumlah yang sangat banyak. Begitulah yang tergambar di benakku, ketika pertama kalinya melihat hujan. Pikirku, rasanya akan terasa sakit. Tapi? Hmm … dingin? Basah? Ya, rasanya aneh, tapi seru, hahaha. ***
108.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

Suara guntur bersahutan bagai genderang perang, yang menjadi tokoh utama bersama derasnya hujan. Ran sempat mengira, hujan akan selalu membawa kabar baik dan berperan sebagai pelepas letihnya. Musim yang paling ia sukai karena menjadi teman kala ia ingin kabur dari dunia yang menyesakkan. Ternyata, hujan bisa membawa kabar paling buruk, dan menjadi letih yang tak akan kunjung sembuh. Sepertinya, aku harus tinggal di langit agar tidak ada orang yang bisa menyentuhku.
9.94.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Namanya juga mendung. Tak selamanya ia mampu mengundang hujan. Hadirnya hanya memberi isyarat kepada makhluk bumi agar lebih siap ketika hujan turun kembali membasahi. Sedia payung sebelum hujan, mungkin suatu selogan yang tidak asing lagi terdengar pada sepasang telinga kita. Perihal mendung dan hubungan, seakan menjadi sebuah kalimat yang berbeda, namun hampir mirip dalam pemberian makna. Bagaimana tidak? Ketika mendung mampu hadir tanpa memberi hujan, begitupula sebuah hubungan. Ia mampu hadir memberi kenyamanan, datang dengan sebongkah kata kepalsuan. I love you, I Miss You, dan lain sebagainya. Namun tanpa berdasarkan sebuah rasa sayang yang timbul dari perasaan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
sayang salah orang

sayang salah orang

Semoga dapat menjadi nyata. Walaupun tak sedikit perihal hujan menghadirkan kenyataan yang menyika sebab terkuaknya memori perihal kecewa. Hingga sajak-sajak yang mengalir pun hanya perputar ketidakrelaan dan sakit yang sedang bergulung manja dalam dada. Seakan partikel yang tengah melukai, telah tersusun rapi dengan diksi-diksi yang haus untuk ditulis dalam lembaran diary. Kenyataannya itu hanyalah prasangka yang menjeratkan diri untuk mendalamkan sosok hujan yang bermuara dan meluanhkan dalam bentuk kata untuk berbicara.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi hujan di bulan juli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status