Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Salah Melamar

Salah Melamar

ucapku lirih. “Iya. Apa kamu sudah melupakanku?” Ia terkekeh. “Bukan salahmu juga, kita bertemu juga baru sekali ya, Bu Khadijah.” Aku mengangguk. Hampir dua jam lamanya acara itu baru selesai, karena seusai sambutan-sambutan itu kami di suguhkan oleh performa dari bakat-bakat anak didik disini. Ada yang menyuguhkan tarian, drama, pantun, dan terakhir puisi yang mampu membuat air mata ini kembali meleleh. Sepenggal kisah yang ditulis dengan bahasa sastra nan apik, mengingatkanku dengan Mas Ammar yang telah pergi.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Dari yakin 'ku teguh Hati ikhlas 'ku penuh Akan karunia-Mu Tanah air pusaka Indonesia merdeka Syukur aku sembahkan Ke hadirat-Mu Tuhan Dari yakin 'ku teguh Cinta ikhlas 'ku penuh Akan jasa usaha Pahlawanku yang baka Indonesia merdeka Syukur aku hunjukkan Ke bawah duli tuan Dari yakin 'ku teguh Bakti ikhlas 'ku penuh
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Hadiah yang membuatku merasa perlu untuk hidup lebih baik sebagai rasa syukur atas hadiah yang telah Tuhan berikan," balas Yuda sembari tersenyum lembut dan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Mereka berciuman dengan penuh cinta, seolah dunia di sekitar mereka menghilang. Malam itu menjadi salah satu momen paling manis dalam hidup mereka. Sebuah
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Pernah mewarnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Adam sudah merebahkan diri di lantai saat Reff itu masih berlanjut. Dinginnya lantai semoga bisa meredam panas di dalam dada. Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu. Dengan masih tetap memegangi dada, dia meringkuk menangis berteriak tanpa suara. Melepaskan semua, mencoba menerbangkan ke langit, semoga terbawa oleh angin dan mengubur di suatu tempat yang tidak bisa djangkau oleh siapapun. Semua rasa cinta dan patah hati. semua penyesalan dan harapan.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Delapan ekor kuda Raja Mu tak kenal lelah berpacu, berkelana ke negeri seberang untuk mencari matahari dan bulan yang abadi." "Puisi ini berasal dari mana?" "Puisi ini terasa agak asing. Mungkin tentang lukisan Delapan Tunggangan." Setelah keenam orang menyelesaikan satu putaran, staf mencoret enam nomor pertama. Christopher melihat angka-angka yang tersisa tanpa banyak berpikir dan melafalkan, "Sebuah tugu peringatan yang diserahkan ke langit, setinggi sembilan lapis; saat senja, dibuang ke Chaozhou, delapan ribu mil jauhnya."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Senyum bahagia Wira dan Chika membuat kebahagiam Suri paripurna. Memandang meja di mana kedua orang tuanya dan juga keluarga Adhyatna bertepuk tangan keras, air mata Suri berlinang. Dirinya telah memenangkan pertempuran. Kesabarannya, keikhlasannya berbuah manis. Suri kini meyakini satu hal. Bahwa bila Allah tidak segera menjawab doa-doa yang ia pinta, pasti ada perkara yang tak pernah terjangkau oleh pikirannya. Perkara itu mungkin perihal jodoh yang jauh lebih baik, yang telah dipersiapkan Allah untuknya.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Pengantin Tuan Haidar

Pengantin Tuan Haidar

“Bahaya kalau si jagoan ngendus aroma sumur keramatku.” Ada saja tingkahnya yang membuat Haidar tertawa. Ia begitu tergila-gila dengan bidadari surganya yang gesrek parah. “Aku mencintaimu! Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu Andin Putri Pradipta yang gesrek!” teriak Haidar sambil memeluk istrinya. “Bener-bener gila.” Andin menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.
9.7588.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.9K kali sebagai puisi idul adha
Tampilkan Ulasan (156)
Baca
+Pustaka
Nyi Ratu
Terima kasih atas dukungan kalian yang udah ikutin terus novel ini sampai tamat. Ada MUG cantik bergambarkan pengantin tuan haidar untuk pembaca yang beruntung. Silakan reviews novel ini dari s1- s2, mau s1 nya aja juga boleh, reviews s2 nya aja juga boleh. Tulis komentar kalian di sini ya!
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dinikahi CEO berstatus Duda

Dinikahi CEO berstatus Duda

lirihnya dalam hati. Setelah selesai mandi, Adrian segera shalat Isya dengan khusyuk. Setelah itu ia bergegas menghampiri anak-anaknya dikamar mereka. Perlahan Adrian membuka pintu kamar sikembar, nampak keduanya begitu khusu menghafal surah al'ala dari juz ama yang khusus Adrian berikan pada mereka dulu sebagai kado ulang tahun lengkap dengan speakernya yang canggih.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai puisi idul adha
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status