Kultivator Tanpa Tanding
Dia telah ditipu, harapannya pupus, impiannya hancur.
Dia duduk di tanah, kepalanya di tangan, hatinya berat karena kekecewaan. Dia telah menyia-nyiakan tabungannya, waktunya, energinya untuk sebuah buku yang tidak berharga, sebuah ilusi yang kejam.
Dia melihat ke arah pohon, batu besar, dan kemudian ke tangannya, merasakan gelombang frustrasi. Dia tadinya begitu yakin, begitu percaya diri, tapi sekarang yang tersisa hanyalah kehampaan.
Hot Chapters