Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

kata gadis kecil di pohon, "beberapa memanggilku 'Pengasuh Tua', yang lain 'Dryad', tetapi, pada kenyataannya, namaku adalah 'Kenangan'; ini aku yang duduk di pohon itu. tumbuh dan tumbuh! Saya dapat mengingat; saya dapat menceritakan banyak hal! Coba saya lihat apakah Anda masih menyimpan bunga saya?" dan lelaki tua itu membuka Buku Doanya. Di sana tergeletak bunga Elder, segar seolah-olah telah ditempatkan di sana beberapa waktu sebelumnya; dan Remembrance mengangguk, dan orang-orang tua, bermahkota emas, duduk di siraman matahari senja. Mereka memejamkan mata, dan—dan—! ya, itulah akhir dari cerita!
107.7K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Kenneth pun tanpa sengaja keceplosan, "Tahu begini, aku nggak seharusnya menyarankan kamu memelihara anjing!" Setelah menyadari apa yang diucapkannya, Kenneth langsung tersipu malu, lalu berbalik dan berlari pergi. Nayla memegang tali anjingnya sambil tersenyum tipis. Dia berdiri di tempat dan memperhatikan Kenneth berlari pergi. Setelah beberapa saat, Kenneth kembali dengan malu dan membawa sebotol susu vanila hangat. Kenneth tidak berani menatap mata Nayla. Dia menoleh ke samping sambil berkata pelan, "Cuacanya dingin, minumlah susu hangat ini!"
12.1K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Berlari mengejar setitik mimpi Baru kusadari bahwa ku masih ingin menikmati pagi Merenda hari-hari bersama mentari Menyelami jati diri Mama, Seperempat abad hampir lewat dan masa kanak- kanakku pun telah usai Belum cukupkah air matamu, air mataku, air mata kita Menjawab segala risau yang merampas hari-hari bahagia Memisahkan kita seperti tak lagi satu rupa satu jiwa Aku masih ingin menikmati pagi itu bersamamu Merasakan kehangatan yang saling beradu dengan kasihmu Tangan lembutmu yang menyentuh pipiku dan senyum yang tak henti menghiasi wajahmu Bukan dengan kesepian yang memagut keceriaan hingga ku tak tahu lagi di mana kenangan masa kecilku ataukah semua hanya sandiwara: saat bayangku
102.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Kenangan yang Tak Ingin Diingat Saat Jeng De melangkah keluar, kenangan menyeruak—terang, menusuk, dan lebih sakit dari mana pun. Ia melihat kembali Chan Si kecil, berdiri di taman keluarga, memandangnya dengan mata bening penuh harapan. Rambutnya masih dikuncir sederhana, wajahnya imut, polos, dan belum mengerti apa pun tentang kengerian dunia ini. “Chan Si,” kata Jeng De lembut saat itu. “Tahukah kamu… semakin besar kemampuan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya?”
109.5K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

'Kenangan indah masa kecil itu memang seharusnya hanya tersimpan rapi di dalam hati sebagai kenangan manis yang tidak tersentuh realitas,' pikirnya dengan filosofis. 'Seperti gelembung sabun yang cantik saat tertiup angin, atau istana pasir yang indah di tepi pantai—mereka tidak dapat bertahan menghadapi ujian sekecil apapun dari kenyataan pahit dunia nyata.' 'Dengan satu hembusan angin keras atau satu deburan ombak, semuanya lenyap begitu saja tanpa bekas.' Saat Hestia Lindow masih tenggelam dalam lamunan filosofisnya yang menyedihkan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang ramai dan buru-buru.
9.673.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Kini Aku Melupakanmu

Kini Aku Melupakanmu

Pandangannya tanpa sengaja tertuju pada selembar kertas kecil yang tersembunyi di celah pot bunga. Dia pun mengeluarkan surat itu. Melihat tulisan yang familier, tangannya terhenti. Surat itu adalah sepenggal hatiku yang belum pernah benar-benar bisa aku lepaskan dalam lima tahun ini. [Obat itu tidak membuatku langsung lupa. Ia bekerja perlahan, menghapus satu per satu memoriku tentangmu. Tapi selama tiga hari ini, aku melihat semuanya. Perhatianmu hanya untuk Clara. Kau bahkan berbohong padaku. Aku sudah melihat semuanya.]
5.8K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

suara ibunya. “Ren, cahaya selalu kembali... bahkan ketika dunia mengira ia telah padam...” Seketika bayangan masa kecilnya muncul—rumah kecil di perbukitan, pelukan hangat sang ibu, dan kata-kata lembut yang sering tak ia pahami saat kecil. Kini, semua terasa seperti potongan teka-teki yang baru saja jatuh di tempatnya.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Dulu, hanya ada aku di dalam hatinya. Sekembalinya ke rumah, aku membakar semua kenangan kami. Aku berdiri di halaman belakang, menatap pohon sakura yang kini telah menjulang tinggi. Aku pun menuangkan bensin di akarnya. Api menyala tinggi, memantulkan cahaya merah di wajahku. Janji masa kecil, kenangan indah, semuanya habis dalam kobaran api itu.
13.9K viewsCompletedAdded to Library 404 Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

Di antara lilin-lilin kecil, Aleeya membaca puisi: > “Kita bukan keluarga yang sempurna. Tapi kita adalah rumah. Tempat pulang… meski sejauh apa pun kita pergi.” Dan di luar, hujan turun perlahan. Tapi bukan lagi membawa luka. Melainkan… kenangan yang akhirnya bisa diterima, dan masa depan yang mulai menampakkan cahaya.
1086.9K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as puisi kenangan masa kecil
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status