Terjerat Pesona Mama Temanku
gumamnya lirih, dan beberapa detik kemudian, seperti petir yang menyambar pelan-pelan, kenangan masa kecil itu mulai menyusup kembali ke dalam kepalanya.
Kenangan yang hampir terkubur dalam-dalam.
Kenangan yang memang tak ingin ia ingat karena saking pahitnya.
Di dalam memori Adit, ia melihat seorang anak perempuan berambut dikepang dua, tertawa sambil duduk di samping ranjang besi. Suara tawa yang sama. Senandung itu ... yang kini lama-lama terngiang jelas di indera pendengarannya.