Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

“Aku suka banget galeri kayak gini. Rasanya seperti masuk ke dunia lain.” Mereka mulai menyusuri satu per satu ruangan, menyimak lukisan-lukisan ekspresionis, patung instalasi, dan karya multimedia yang menggugah rasa. Salah satu lukisan besar menggambarkan lanskap gunung dengan warna-warna abstrak. Amelia berdiri cukup lama di depan lukisan itu. “Menurut kamu, lukisan ini menggambarkan apa?” tanya William.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

10.30 – Terapi Visual: “Lukisan Luka” Peserta diajak melukis menggunakan cat air. Mereka tak perlu memikirkan bentuk, hanya warna dan ekspresi. Anya memilih warna: Hitam, untuk duka yang pekat. Biru tua, untuk air mata yang masih mengalir. Sedikit kuning, seakan harapan yang samar-samar. Di atas kertas, ia mencurahkan kesedihan itu. Tak ada kata, hanya warna yang bercerita.
102.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 48 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Sayap Felysia

Sayap Felysia

Jadi, ia yakin, surat itu adalah pesan terakhir dari orang itu. "Kalau lo baca surat ini, berarti lukisan gua juga udah lo lihat. Gimana? Bagus, 'kan? Iya, lah. Kan, gua yang ngelukis. Walau tidak seberapa, gua ingin lo ngerawat lukisan itu. Karena, lukisan itu adalah bukti, bahwa gua udah mendapatkan warna gua kembali. Benar, warna hidup gua udah benar-benar kembali. Walau hanya sebentar, gua sudah bisa melihat warna kebahagiaan. Dan, semua itu, karena lo. Jadi, gua mau ngucapin terima kasih ke lo. Makasih, ya. Sudah mau jadi pacar gua selama ini. Terima kasih, karena sudah benar-benar memberi warna di dalam kehidupan gua. Karena warna gua sudah kembali lagi, sekarang lo nggak perlu cemas l
1016.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 435 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Senyum ramahnya menghias menambah kecantikannya. “Lukisan ini berjudul ‘Time Color’, pelukisnya ingin menyampaikan tentang waktu yang berjalan atas kehendaknya sendiri.” Wanita cantik itu menatap bangga pada lukisan berbentuk mirip pusaran bernuansa merah bercampur hitam dan kuning di hadapannya. “Artinya ...?” Kemala penasaran mengapa Bhre Atman mengatakan demikian. “Waktu hanya berjalan maju, ia bahkan tidak mau diatur mundur, lebih cepat atau pun lebih lambat.” Kurator wanita itu menjelaskannya lebih detail pada Kemala.
1032.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

Tatapannya jernih, tapi bukan jenis yang mencuri. “Lukisan ini?” Jasmin menunjuk kanvas besar dengan kombinasi warna merah tua dan biru pucat. “Sejujurnya, aku tidak tahu apa artinya.” “Tidak semua seni butuh dimengerti,” jawab Lucas ringan. “Kadang cukup dirasakan.” Jasmin tersenyum kecil. “Itu juga berlaku untuk hidup, ya?” Lucas mengangguk. “Apalagi untuk hidup.”
106.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 243 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Antara cinta yang mengetuk, dan bayangan gelap yang terus menarik. Pameran seni itu begitu indah. Ruang putih penuh lukisan dan instalasi cahaya, seakan dunia berbeda dari keseharian yang penuh tagihan dan ancaman. Aditya berjalan di samping Alya, wajahnya tenang, matanya sesekali menatapnya penuh perhatian. “Lihat ini,” kata Aditya, menunjuk sebuah lukisan abstrak: warna merah yang bertabrakan dengan hitam. “Katanya, ini menggambarkan perjuangan manusia melawan sisi kelamnya sendiri.”
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

“Dan biru yang ada pun sangat gelap. Kurang cocok dengan warna langit yang aku inginkan. Ini aku hasilkan setelah mencampur tinta dengan air dan juga kapur.” Bree ikut menunduk, dan gerakan itu kembali membaurkan udara di sekitar Bree dengan aroma manis. “Bagaimana dengan biru yang lebih tua?” Rad menunjuk lukisan lain yang ada di meja. Lukisan danau di tengah hutan. Dengan warna biru pekat dan hijau. Rad bertanya karena kini paham dari mana asal aroma itu. Bree tidak tertawa, tapi saat membicarakan lukisan dan warna. Aroma itu juga ada. Aroma itu ada saat Bree sedang merasa gembira.
9.537.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Suhu menurun dan aroma lembap tanah bercampur dengan wangi dupa tua yang samar dengan cepat tercium. Di dinding belakang, samar-samar tampak lukisan pudar. Lukisan sesosok pria berpakaian bangsawan Pajajaran berdiri dengan kujang di tangan. Tatapannya tajam, seakan mampu menembus waktu. Raksa mendekat dan mengusap debu di bawah lukisan itu, menemukan ukiran aksara halus: “Waktu teu bisa dibeungket, tapi rasa bisa nyimpen tapakna.” (Waktu tak bisa diikat, tapi rasa bisa menyimpan jejaknya.)
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 42 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

Kegiatan melihat lukisan di tempat itu berlangsung cukup singkat. Pada dasarnya, Risa tidak suka dengan hal-hal berbau seni. Jadi, tidak banyak lukisan di sana yang mampu menarik perhatiannya, kecuali sebuah lukisan pemandangan berupa sawah menguning indah dan berkilau layaknya emas di sore hari. “Kamu suka lukisan ini?” tanya Shouhei yang muncul tiba-tiba di sebelahnya.
1024.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 689 Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
Duda dan Janda Bertetangga

Duda dan Janda Bertetangga

Latar belakang lukisan itu didominasi oleh warna merah, ungu, biru dan hijau elektrik serta kuning. Meskipun tabrakan warna-warna itu begitu nyata, namun di tangan dingin Noor Sabina bisa menghasilkan campuran warna yang sangat maskulin. Decak kagum pun mulai terdengar bersahutan. "Wow. Sabine benar-benar hebat," guman Kintan dengan tatapan yang tak lepas memandang lukisan mahakaryanya. "Aku juga sudah mendengar soal lukisan Kintan Larasati dari Mom," tukas Darren tiba-tiba, membuat Rani, Kintan dan Iqbal menatapnya lekat.
1095.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang puisi lukisan berwarna
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status