Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Karena sudah tau bagaimana rasanya mati dalam hidup. "Coba kamu deklamasikan satu puisi di sini. Saya sedang butuh hiburan rohani. Bisa 'kan Mayang? Tadi kamu bilang bahwa rembulan saja bisa kamu curi demi menyenangkan saya, masa membaca puisi saja tidak bisa?" ejek Bu Mitha. "Tentu saja, Bu. Apa yang tidak buat Ibu," Mayang tersenyum. Bu Mitha ini pintar sekali membalikkan kata-kata.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Namun, agar tidak merusak suasana tenang Nazar, dia ikut menanggapi, "Puisi yang bagus!" Nazar menyeringai. "Aku nyontek." Ewan terdiam. Nazar terkekeh pelan, lalu melantunkan lagi dengan suara bergetar, "Yang hidup hanyalah pengembara, yang mati adalah sang perantau yang pulang. Langit dan bumi ini hanyalah penginapan, dan kita semua adalah debu sedih yang melintas dalam keabadian." "Ewan, aku sudah bilang sebelumnya, soal hidup dan mati, semuanya sudah ditentukan oleh langit. Kamu nggak perlu merasa bersalah."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43.8K kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

tanya Raka, mencoba memastikan Petruk tidak berbohong mengenai tuntutan Banyu. “Tidak ada naskah,” jawab Petruk. “Suluk Kematian Jati ada di darahmu, Permadi. Kau mendengarnya setiap malam di rumah ini, saat Ayahmu merenunginya. Hanya tiga bait. Mulai dengan Tembang Persembahan.”
848 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

ucap Lintang. “Hanya jika berbicara tentang kematian, melawan Kaisar Iblis atau tidak, kita tetap akan mati, dimana mati merupakan hak bagi setiap makhluk termasuk aku, usia dan apa pun itu tetap akan membuat kita mati, jadi tinggal pilih, mati berjuang atau mati tanpa melakukan apa pun?” sambung Lintang.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

"Kami usahakan bayar utang kami. Kalau Pak Mark nggak mau kasih kami proyek, nggak masalah." Kakakku langsung bereaksi, lalu menamparku dengan keras. "Kamu sadar apa yang kamu katakan? Tanpa bantuan dari Keluarga Kusuma, kita cuma bisa mati! Utang sebanyak itu mau dibayar pakai apa? Karen, kamu tahu gimana Ayah dan Ibu meninggal?" Kepalaku sontak terasa berdengung dan nyeri, seolah-olah ditusuk jarum. Kakiku goyah hingga aku jatuh.
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

"Kamu pikir dengan berpura-pura bunuh diri begini, kamu bisa menghapus semua penderitaan yang kamu timbulkan pada Dyah?" Aku menatapnya dengan tenang, meski dia tampak begitu kalap. Dengan suara datar, aku menyahut, "Kalau begitu, biarkan saja aku benar-benar mati. Bukannya kematianku memang hal yang paling kamu inginkan?" Seolah tak menyangka aku akan menjawab sekeras itu, wajah Kresna seketika merah karena amarah yang memuncak.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Hasrat yang Mematikan

Hasrat yang Mematikan

Aku sudah lama mengalami frustrasi seksual hingga hormonku tidak seimbang. Jadi aku pergi ke salon pijat yang direkomendasikan temanku, berharap bisa sepenuhnya menyembuhkan kekosongan fisikku. Ketika tangan besar dan panas tukang pijat pria muda dan berotot itu menyentuh tubuhku, aku merasakan hasrat yang lebih membara di dalam diriku, mengancam untuk menghancurkan akal sehatku.
20.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Tak lama lagi, Wira akan terbebas dari fitnah. "Jurus mematikan?" ujar Wira yang tertegun. Dia yang dipenjara selama beberapa hari hanya teringat dengan Yeeshai yang juga dipenjara dalam sejarah. Itulah sebabnya, Wira menulis puisi karya Yeeshai. Bagaimana puisi "Pantang Menyerah" bisa menjadi jurus mematikan? Jurus Wira lebih mengerikan lagi dari ini! ....
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202.7K kali sebagai puisi merdeka atau mati
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Dengan suara derit, panas yang menyesakkan, disertai bau lembap dan jamur tercium. Kamar itu masih rapi seperti saat aku meninggal, kecuali meja dan meja tamu yang sedikit berantakan. Putraku yang memberantakannya beberapa hari setelah aku meninggal. Di sudut dalam ruang tamu, tergambar dua sosok dengan kapur putih, satu besar dan satu kecil. Yang besar adalah aku, yang kecil adalah putraku. Aku pingsan di kamar tidurku setelah keluar dari kamar mandi, sedangkan putraku terbaring diam di pelukanku dan meninggal.
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 477 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku tidak perlu merasa khawatir lagi. Hanya saja, mati di jalanan benar-benar sangat tidak bermartabat. Selain itu kondisi tubuhku juga terlihat sangat mengenaskan, lupakan saja. Sebentar lagi aku juga akan mati, apa bedanya tempat yang bersih dan kotor? Lagi pula tidak akan ada orang yang mengenaliku. Untung saja Andre tidak pernah melihatku dalam kondisi seperti ini. Saat malam tiba, tubuhku perlahan-lahan mendingin dan tertutup salju ....
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai puisi merdeka atau mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status