Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Politik Menemui Cinta

Ketika Politik Menemui Cinta

Pinto meneruskan perkataannya. "Kapan Kak Pinto siap?" suara parau Monik Okky mendesis. Seluruh persendian tubuh Pinto mengalami kekakuan. Pertanyaan Monik Okky seolah-olah menyihirnya menjadi patung. Pinto lantas termenung. Di alam pikirannya, ia terbentur oleh kebuntuan. Pinto gagal menemukan balasan yang cocok. Dia mengutuk kekurangannya. Alangkah payah dirinya dalam pencarian lisan yang menenteramkan Monik Okky.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as puisi monolog
Show Reviews (22)
Read
+Library
Ryandhika Rahman
Drama politik kalau diramu sama konflik yang tepat dan deket sama pembaca pasti bakal gokil sih jadinya. apalagi campur sama romance. Lanjutkan mas, novelnya keren. Jangan kendorin konfliinya .........
Hujan Aksara
Suka bgt bagaimana penulis mendeskripsikan keadaan, dan pemilihan diksinya. Gak kebayang memang jadi Pinto yg karena memang punya privilege sebagai anak president dan seorang anggota DPR, pasti banyak sekali tuntutannya meski hanya untuk sekadar memilih pacar, rumit, sampe dijuluki jomblo karatan🥲
Read All Reviews
Iklaskah aku di madu?

Iklaskah aku di madu?

Selama ini hanya Raisa yang selalu menguatkan hatinya Di saat dia sedang terpuruk dan bersedih atas perlakuan Dani yang begitu tega telah memberikan madu untuk dirinya tanpa izin darinya. "Iklaskah aku dimadu? Tidak! Selamanya Aku tidak akan pernah rela dimadu oleh suamiku. Apalagi maduku sejenis Marissa yang tak tahu malu itu!" Monolog Diana ketika dia sudah berada di dalam kamarnya.
4.6K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as puisi monolog
Read
+Library
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Batinya Monolog itu tidak terucap, tapi gemuruhnya menjadi denyut kasar di dada. Ia bisa merasakan rasa malu, takut, dan penyesalan bertumpuk seperti batu di bahunya. Lin Yue membuka matanya perlahan. Alis nya yang tebal bertaut, matanya menyimpan segudang pertanyaan, mulutnya terbuka sedikit namun menutup lagi seperti memikirkan pertanyaan yang berada dalam pikirannya.
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as puisi monolog
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as puisi monolog
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Zahira membaca perlahan pesan itu, hatinya merasa sesak dan tanpa sadar air matanya mulai menetes. "Aku tidak baik-baik saja, tapi hatiku nyeri menahan rindu." bisik Zahira bermonolog. Kemudian ia melanjutkan menulis sebuah puisi untuk suaminya. TERPISAH RIBUAN RINDU Di malam sunyi, hati gelisah Ribuan rindu menghampiri diri Pandangan mata terhenti pada langit Mencari bayangan yang pergi Kerinduan merajut benang sepi
106.1K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as puisi monolog
Read
+Library
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi monolog
Read
+Library
Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Puspa menahan diri agar nggak tertawa pahit. Marah? Ia nggak pernah punya kesempatan untuk marah. Sejak awal, ini semua hanyalah monolog sepihaknya. Ia tarik tangannya dari genggamannya, lalu letakkan kembali di sisi tubuhnya. “Jangan banyak gerak. Lukamu bisa berdarah lagi.”
8.7327.8K viewsCompletedAdded to Library 7.9K Times as puisi monolog
Show Reviews (69)
Read
+Library
Weneedta
Hai .... Mampir ke cerita aku yuk >>> "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Neisya Marchia
Happy ending buat Puspa-Eric & sad ending buat Indra. Karena kalau inget awal2 cerita gimana perlakuan buruk karyawannya Indra ke Puspa di kantor, padahal Indra tau itu tp gak ada respon & pembelaan buat istrinya. Sampai karyawan ngira istrinya itu Wulan bukannya Puspa tapi si Indra tetep aja diem
Read All Reviews
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as puisi monolog
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status