Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tuduhan Mandul dari Mertua dan Adik Ipar

Tuduhan Mandul dari Mertua dan Adik Ipar

gumamnya bermonolog sendirian. ***
12.5K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as puisi monolog
Read
+Library
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Ia menatap setiap mahasiswa dengan lembut, memberikan ruang untuk mereka berpikir, merespons, dan menelusuri makna yang lebih dalam dari sekadar barisan kata. "Menurut saya," ujar seorang mahasiswi di barisan tengah, "puisi itu seperti lemari tua, ada banyak rahasia yang disembunyikan dalam tiap lacinya. Kita hanya bisa membuka satu-satu kalau kita cukup sabar."
1.0K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as puisi monolog
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Satu per satu orang datang, membaca puisi, bercerita tentang ketakutan yang pernah disimpan diam-diam, dan akhirnya berani dilepaskan. Panggung itu menjadi tempat bagi suara-suara yang dulu dikubur karena tidak cocok dengan dunia lama. Dan sang anak… berdiri di sebuah padang kosong. Tak ada siapa-siapa. Tak ada rumah. Tak ada suara. Namun tanah di bawahnya terasa hangat,
101.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as puisi monolog
Read
+Library
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Ia duduk bersandar, dengan pikiran menerawang. Kepalanya menengadah. Dua jemari menekan pangkal hidungnya—adegan yang tidak pernah ia lakukan kecuali ketika pikirannya berantakan. “Kalau dia balik cuma setengah-setengah… gue usir.” Monolog Bram seorang diri. Ucapan sendiri itu terngiang lagi. Kalimat yang keluar dari mulutnya dengan ketenangan tadi… kini terasa seperti duri di tenggorokan.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as puisi monolog
Read
+Library
KEJUTAN UNTUK PACAR SUAMIKU

KEJUTAN UNTUK PACAR SUAMIKU

Gelap, di dalam tanya Menyembunyikan rahasianya Letih kehabisan kata Dan kita pada akhirnya diam Bunga, di bulan sepi Jatuh terdampar Tersasar Alasan masih bersama Bukan karena terlanjur lama Tapi rasanya yang masih sama Seperti sejak pertama jumpa Dirimu di kala senja Duduk berdua tanpa suara Lirik lagu Pamungkas yang berjudul Monolog itu, membuat aku dan Mas Aris benar benar sangat menikmatinya, seakan merasakan apa yang ada di lagu tersebut.
36.7K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as puisi monolog
Read
+Library
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

Aku bermonolog kepada diriku sendiri, mengingat diriku yang seperti orang tak waras. Kuraih ponsel, memainkan musik di dalamnya, berharap alunan melodi di dalamnya membuatku tak kembali kesepian. YouTube on, alunan musik telah berjalan. Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini
1022.2K viewsCompletedAdded to Library 689 Times as puisi monolog
Read
+Library
The Victim

The Victim

Biarkanlah nafasku yang berbicara Betapa aku sangat menyesali segala sesuatu yang terjadi. Betapa aku ingin menghembuskan kata maaf dalam tiap nafasku Betapa aku mencintai kalian dalam relung hatiku Aku tak mampu berbuat apa-apa lagi.. Melepaskan kalian.. Sumber kebahagiaanku.. Karena kalian tak akan terganti. Kalian berharga Selamanya... Suara hati Jonathan. (Puisi by MonikaRani)
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as puisi monolog
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as puisi monolog
Read
+Library
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.0K viewsOngoingAdded to Library 552 Times as puisi monolog
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status