Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Choice

Choice

Gadis itu mengetatkan pegangannya pada novel tersebut. “Aku dulu.” “Aku.” “Aku.” “Aku.” “Kalian lagi baca puisi Chairil Anwar?” Sela Riyan. Ray mengambil paksa novel itu. Gadis itu terkejut novel incarannya lolos. Dia menghalangi jalan pria perebut novelnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Abdun bil bab yartaji latsmal a'tab Hamba yang berada di pintu berharap, agar dapat mengecup moqommu Jud bil jawab marhaban qod qobbalnah Kasihanilah kami dengan memberi jawaban "Kami telah menerimanya." Antal ma'ruf bil judi muqridl-dluyuf Engkau terkenal pemurah dan memuliakan tamu. Inni malhuf agishitsni bihaqqillah Sesungguhnya aku menderita bantulah aku demi Allah Antal habibul a'dhom sirrul mujib Engkaulah kekasih yang mulia, rahasia
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati sang Penguasa

Tawanan Hati sang Penguasa

Tak ada apapun lagi yang ia rasakan kecuali debaran jantungnya yang semakin bertalu-talu, terlebih saat orang itu kembali mengatakan sesuatu dengan nada bicaranya yang khas. Terdengar pelan namun seperti racun mematikan. "Pergi dan jangan pernah kembali, atau aku akan menghabisi kalian semua," ujarnya diikuti tatapan mata elang yang menusuk tajam. Semua orang yang ada di sana pun langsung lari terbirit-birit, sementara Serena masih diam di tempat. Kakinya seolah tak mampu membawanya bangkit dari lantai.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Penguasa

Tawanan Hati Sang Penguasa

Ia menariknya perlahan, dan pintu itu terbuka tanpa suara. Udara malam yang dingin menyambutnya, membuat tubuhnya sedikit menggigil. Namun, Isabella tidak peduli. Ia melangkah keluar, berlari kecil melintasi taman menuju pagar tinggi yang terlihat seperti tembok penghalang kebebasannya.
613 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Masih ada masa depan yang suci menanti, mengapa musti membuat diri sendiri terpuruk seperti ini? Biarkan saja Sari dan Ajeng berkhianat! Masih ada Dik Uji, Dik Furi. Masih ada Ema, Mbak Kinan, Mas Wangi … Masih ada banyak orang yang sayang padaku dan anak-anak. Tak perlu membiarkan diri layu, kering lalu mati. Kalau perlu, bersemangat seperti Chairil Anwar, aku ingin hidup seribu tahun lagi. Iya, kan?
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

Jika sampai waktuku Engkau seorang yang suka merayu Tidak ada kau sedu hari yang kurasakan Aku akan selalu mejaga dirimu Aku ... Biar tergores luka menembus kulitku Aku akan tetap menerjang hatimu yang bisa kubawa berlari dalam kesepianku Aku tidak ingin hidup tanpa dirimu di sampingku _Chairil Anwar, 1943_ Lazuarrdi membaca lirih puisi dari penyair fenomenal dijamannya. Membuat lelaki tampan itu berdecak kagum.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 800 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

MALAM PANJANG PENUH PERJUANGAN Melihat Rere datang bersama Indra, Ibu terlihat gembira. Indra segera menuju tempat ibu berbaring, sambil mencium pipi Ibu. Indra berkata,” Cepat sembuh ya, Yang Ti, ayo pulang”. “Iya, tapi Indra ndak boleh nakal ya?”, jawab ibu dengan suara lemah
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Terbirit-birit luntang-pukang. Tinggallah aku sendiri di halaman rumah ini. Desir angin terasa begitu lembut, tapi membekukan. Aku yang sudah berjaket tebal saja masih menggigil dibuatnya. Seolah-olah hawa dingin itu menembus tebalnya kulit jaket. "Akang Gendang ...." Aku terlonjak. Nyaris saja aku terpekik ala Diana Pungki keluar dari kerang. Kalian yang kaum milineal mana tahu dengan Diana Pungki. Huh! Gugel, sono!
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Gila! "Ya seperti itulah, aku nggak mau munafik," Adnan menyandarkan tubuhnya di kursi, memejamkan matanya dan kembali memutar ingatan malam kemarin, di mana tubuhnya dan Redita menyatu penuh gairah. "Astaga Adnan!" Yudha menepuk gemas jidatnya, "Edo bisa ngamuk nanti kalau tahu, Nan!"
9.9265.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status