Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

MALAM PANJANG PENUH PERJUANGAN Melihat Rere datang bersama Indra, Ibu terlihat gembira. Indra segera menuju tempat ibu berbaring, sambil mencium pipi Ibu. Indra berkata,” Cepat sembuh ya, Yang Ti, ayo pulang”. “Iya, tapi Indra ndak boleh nakal ya?”, jawab ibu dengan suara lemah
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Terbirit-birit luntang-pukang. Tinggallah aku sendiri di halaman rumah ini. Desir angin terasa begitu lembut, tapi membekukan. Aku yang sudah berjaket tebal saja masih menggigil dibuatnya. Seolah-olah hawa dingin itu menembus tebalnya kulit jaket. "Akang Gendang ...." Aku terlonjak. Nyaris saja aku terpekik ala Diana Pungki keluar dari kerang. Kalian yang kaum milineal mana tahu dengan Diana Pungki. Huh! Gugel, sono!
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Gila! "Ya seperti itulah, aku nggak mau munafik," Adnan menyandarkan tubuhnya di kursi, memejamkan matanya dan kembali memutar ingatan malam kemarin, di mana tubuhnya dan Redita menyatu penuh gairah. "Astaga Adnan!" Yudha menepuk gemas jidatnya, "Edo bisa ngamuk nanti kalau tahu, Nan!"
9.9265.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Tapi di mana ya…” “Tentu saja aku adalah putra dari politikus senior. Kamu pasti melihatku di televisi dan—” Anwar hendak menyombong, tapi ucapannya disela. “Ah! Aku ingat! Aku melihatmu di sebelah kandang singa kebun binatang. KAPIBARA…” Sebuah kalimat pelan penuh penekanan tanpa rasa bersalah. Sebelum waktu terulang, Anwar sengaja memancing emosinya, hingga dirinya memukul Anwar. Saat itu Rafael menerima hukuman, dikurung di gudang tiga hari tiga malam tanpa makanan.
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

Dimas : Incorrect. Chairil : Styling? Dimas : Coba lagi. Chairil : Smiling. Dimas : Salah. Chairil : Kucing. Kuping. Tebing. Piring. Kemuning. Belimbing. Tampak Siring. Climbing. Gambling. Ending. Dimas : This ia about working. Chairil : Aku lagi healing! Jangan omongin tentang working! Kepalaku jadi pening!
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Setiap pagi ia berharap bangun dengan kabar bahwa semua hanya ilusi, tapi setiap kali membuka mata, ia kembali menemukan kenyataan pahit: Elhan benar-benar pergi. Di atas meja belajarnya, berserakan kertas-kertas yang penuh dengan tulisan tangan. Coretan-coretan yang lebih mirip puisi patah hati. Sebagian hanya satu kalimat pendek, seperti potongan pikiran yang tertinggal saat malam menghimpitnya. “Aku benci angin, karena ia terlalu mirip denganmu—datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

"Aku bisa mengerti perasaanmu, Paduka. Aku… mengerti." Arunya menyelipkan tangannya ke lengan Daneswara. "Dia pasti wanita luar biasa," bisiknya, mata berkaca-kaca melihat rangkaian puisi terukir di marmer—karya Daneswara untuk istrinya.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sakiti, Tak Ingin Kembali Lagi

Istri yang Kau Sakiti, Tak Ingin Kembali Lagi

Pria itu panik, khawatir jika dia benar-benar dipecat detik itu juga. “Maaf, Pak Hermawan. Jangan pecat saya, Pak…” Suara Andre mulai terdengar bergetar, dirinya sungguh takut jika dia dikeluarkan dengan tidak hormat dari atasannya. Namun, di luar dugaannya, tiba-tiba tawa pecah terdengar dari atasannya. "Hahaha! Kamu pengecut juga ya ternyata, Andre. Saya hanya bergurau kok, kamu tak perlu risau." sahut pria paruh baya itu dengan senyum simpul dengan penuh arti.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Bima memarahi Fauzi. Cendekiawan Agus sudah mengabaikan Fauzi. Dia menoleh, menatap Arjuna dengan menyanjung, lalu bertanya dengan sungguh-sungguh. Yang Mulia, bisakah kamu memberitahuku judul puisi ini? Dan apakah ada beberapa baris lagi di akhir puisi?" Arjuna melihat pria tua ini bertanya dari ibu kota hingga ke Kota Perai juga tidak mudah. "Judulnya 'Makam Angsa Liar'. Hari itu, ada dua bait yang belum aku ucapkan."
9.3429.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.7K kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

“Benar salah dan keadilan terletak pada hati manusia. Jika kamu ingin perang, maka perang saja. Di Jayanegara, kamu belum mendapat giliran untuk menguasai dunia dengan satu tangan!” “Bahkan jika Keluarga Zafar benaran bisa menguasai dunia dengan satu tangan, maka Keluarga Chairil akan menghancurkan dunia ini!” Yang bertugas untuk memberi jawaban adalah Tuan Besar Wawan Chairil. Dirinya yang pernah berpengalaman di medan perang, hanya dengan satu kalimat sudah menampakkan kesombongan dan tekad yang kuat. Adegan ini membuat tokoh besar Jayanegara yang lainnya menjadi sangat panik.
9.1804.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.1K kali sebagai puisi pendek chairil anwar
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
InZoe
Kakaknya updatenya satu2 bab/hr, tp setiap brp minggu sx langsung brp puluh bab yg d update dlm 1 hr. saran aja sih ka, mending di bikin sehari brp bab. misalnya 5 bab/ hr tp konsisten. ada sih d sblh yg tiap hr 15 bab. emg sih pas update byk bab kita puas bgt bacanya. tp pas satu2, kitanya kesel.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status