Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

Ia membuka kembali catatan lama, mencoret satu baris, menulis satu kalimat baru: “Mencintai bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang mengerti kapan harus berhenti menunggu.” Ia menatap bangku kosong di seberang. Tempat Jasmin biasa duduk, menyelipkan rambut ke belakang telinga, dan menggumamkan puisi-puisi kecil yang hanya mereka berdua pahami. Tempat itu sekarang hanya bangku kayu biasa. Bukan kenangan. Bukan harapan. Dan mungkin, memang saatnya melepaskan versi masa lalu yang tak lagi bisa diselamatkan.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

“Baik. Aku akan datang. Aku sudah tak sabar mau menyingkirkanmu. Kamu jahat dan licik. Siapa pula yang bisa mencintai orang sepertimu?” Dan dengan itu, dia menerobos keluar dan menyeret putri yang berpura-pura hancur di belakangnya. Aku tidak bergerak atau berbicara. Hanya bersandar di kursi seolah tidak ada yang baru saja terjadi. Selena berdiri di dekat aku dengan sedikit perasaan ragu. “Kalau kamu… sedih karena ini,” katanya dengan lembut. “Tidak perlu ditahan. Boleh saja merasa sedih. Meski dia berengsek.”
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

“Elvano, aku nggak peduli urusanmu dengan dia.” “Hal satu-satunya yang bisa buat aku senang sekarang hanyalah kamu segera tanda tangan surat cerai.” Cahaya di matanya langsung redup. Seluruh tubuhnya seakan kehilangan tenaga. Dia menatapku dengan wajah penuh luka. “Sayang… kita sudah bersama tujuh tahun. Kamu nggak bisa bilang berakhir begitu saja. Kamu nggak boleh sekejam itu.”
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

“Aku salah, semuanya salahku, Maria. Aku buta, aku tidak bisa lihat dengan jelas siapa Nana sebenarnya. Setelah kamu pergi, aku baru sadar bahwa kamu segalanya bagiku.” Tatapannya penuh harapan meskipun harapan itu hampir pupus. “Maria, pulanglah denganku. Aku sudah cerai dengan Nana. Kita rujuk, ya? Kita mulai dari awal lagi. Aku janji, kali ini aku akan benar-benar menjagamu.” Maria mengangkat ujung bibirnya, menampilkan senyum sinis. “Lalu, begitu Nana marah-marah, kamu tarik aku ke kantor urusan sipil dan menceraikan aku demi dia lagi?”
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

Namun, ketulusan hati mudah berubah, sedangkan cinta bukanlah mahakuasa. Orang yang pernah benar-benar tulus mencintaiku dan bisa mengorbankan hidupnya untukku malah berbalik untuk menginjak-injak harga diriku hanya dalam waktu tiga tahun. Kesulitan, keluhan, dan air mata yang kutanggung selama sepuluh tahun terakhir masih terbayang jelas dalam ingatanku. Aku terisak dan menyeka air mataku, lalu pergi ke ruang kerja. Aku meletakkan akta ceraiku di depan orang tuaku.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

“Gimanapun juga ini semua bukan barang berharga. Buang saja. Nanti kalau perlu apa-apa, aku belikan yang baru.” ‘Nggak berharga?’ Pandangan mataku tertuju pada sebuah toples kaca warna-warni yang ada di antara kekacauan itu. Tutupnya pecah, perlihatkan bintang-bintang kertas yang aku lipat satu per satu. Ada seribu satu bintang, masing-masing bintang simpan cinta yang nggak pernah berani aku ucapkan. Aku ambil toples yang pecah itu, lalu bersama bintang-bintang dan hadiah-hadiah rusak lainnya, lemparkan semua itu ke tempat sampah di samping.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

Di luar ruang operasi aborsi, dokter membujuk Angelica Andara, "Aborsi akan berdampak buruk pada kesehatan. Kalau kandungan masih bisa dipertahankan, usahakan untuk dipertahankan. Apa perlu kamu menghubungi anggota keluargamu lagi?" Angelica mengambil ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony Leonardo. [Aku sedang berada di rumah sakit. Aku berencana menggugurkan anak ini.] Anthony membalas. [Hmm.] Angelica memperlihatkan layar ponsel kepada dokter. Dokter pun tidak mengatakan apa-apa lagi, langsung berbalik mempersiapkan operasi. Angelica menatap beberapa kata itu. Selama ini, dia mengira Anthony memiliki karakter dingin, tidak suka berbasa-basi. Hanya saja, setelah lima tahun menikah
664 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Istri Buta Yang Terlambat Kau Cintai

Istri Buta Yang Terlambat Kau Cintai

Di bawah keremangan lampu, gaun tidur sutra hitam yang dikenakan Maya tersingkap oleh jemari Adrian, dengan rasa kepemilikan yang sah ia bergerak bebas meremas pinggang ramping istrinya. "Kamu sungguh kejam, Adrian," lirih Maya tak berdaya, ia terhimpit oleh kekuatan fisik suaminya yang tak sebanding, tetesan air matanya menjadi saksi keterikatan pernikahan yang telah retak itu terjadi pertama kali di atas ranjang mereka.
154 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Buku puisinya terbuka, tangannya menulis dengan gemetar: “Cinta retak di ambang pintu, kejujuran datang terlambat. Aku ingin teriak, tapi suara tercekik, hanya air mata yang jadi bahasa terakhir. Adakah kesempatan kedua untuk jiwa yang ternoda?” Halaman basah oleh air mata, sementara di luar, kota tetap sibuk, seolah tak peduli pada seorang gadis yang dunianya baru saja hancur.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Jika melupakanmu hal yang mudah Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah Kalah, kuakui aku kalah Cinta ini pahit dan tak harus memiliki Jika aku bisa, kuakan kembali Kuakan merubah takdir cinta yang kupilih Meskipun tak mungkin, walaupun kumau Membawa kamu lewat mesin waktu Jika melupakanmu hal yang mudah Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah Panjang perjalanan yang harus kulalui Merelakanmu' Aku termangu usai membaca puisi itu, tentang seseorang yang akhirnya menyerah pada kasih tak sampai. Ditulis dengan sepenuh hati, bak anak panah pula melesat tepat ke hati. Cling! "Naya, sini bukunya!" Nah, kan. Ditagih lagi. Tidak rela benar rahasia hatinya aku ketahui.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi putus cinta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status