Bos Arogan itu Mantan Pacarku
“terima kasih.”
Aku kembali merebahkan diriku, menatap langit-langit kamar rumah ini. hal yang biasa kulakukan sebelum tidur dengan irama dengkuran dari lelaki di sebelahku. Aku menoleh, dan kosong. Ada rindu yang tak akan mampu untuk diobati, rindu yang hanya mampu mengenang, dan benar-benar tak akan lagi mampu menyapa. Rindu yang terasa berat, dan hanya mampu direngkuh untuk doa, rindu berbeda dunia.
“Haikal, surga untukmu,” ucapku lirih.
인기 회차