Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.4K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as puisi rohani
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

"Bukankah sifat semua iblis menurun darimu, Ayahanda? Picik dan juga licik. Ah! Dan jangan lupakan satu hal lagi. Serakah." Sang Lucifer tertawa keras sekali lagi. Membuat ribuan kelelawar yang berterbangan diluar langit tampak begitu ribut. Saling bertabrakan dan berebut untuk menjauh pergi. Lalu dalam sekejap mata, sosok manusia pemiliki darah suci itu telah lenyap menjadi abu, bersamaan dengan cahaya api yang menelan tubuhnya. King Darius tersenyum lebar menyadari sang Lucifer menerima persembahan darinya.
1092.8K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as puisi rohani
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.759.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi rohani
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Lelaki bertubuh kekar itu menggerakkan dua jarinya. Gelombang tak terlihat menghantam sang master, membuatnya terlempar dan berguling tiga lapis tangga. Para rahib terbelalak. “Itu bukan ilmu pedang biasa…” bisik salah satu dari mereka. Seni Pedang Rohani bukan tentang mengalahkan musuh dengan kekuatan otot. Itu tentang mengganggu irama energi dalam tubuh lawan. Seperti memetik senar kecapi pada frekuensi yang salah hingga putus dengan sendirinya.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as puisi rohani
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Tidak memiliki firasat apa-apa, Tiara masuk ke kantor, dan di sana, sang bos telah memegang kitab suci di tangannya. “Kamu duduk, dan dengarkan saya.” Sang bos menunjuk kursi di depan mejanya dan membuka kitab suci itu. Lalu sang bos berhenti di sebuah halaman, dan mulai membaca ayat-ayat. Isinya tentang dosa percabulan.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as puisi rohani
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as puisi rohani
Read
+Library
Dendam Istri Pertama

Dendam Istri Pertama

lirih suara Rianti nyaris tak terdengar. Lantunan musik rohani begitu menyegarkan jiwanya. Mengesampingkan hasrat kemanusiaan demi jalan menuju Surga. Pikirannya menjadi lebih tenang, meskipun jauh di dalam sana ada yang tak bisa terobati.
9.726.1K viewsOngoingAdded to Library 703 Times as puisi rohani
Read
+Library
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Rembesing tresno (Tetesan rasa cinta) Tondho luhing netro roso (Air mata tanda tertinggi sebuah rasa) Roso rasaning ati (Rasa perasaan hati) Kadyo tirto kang suci (Seumpama air yang suci) Kawistoro jopo montro (Wewujud segala japa mantra) Kondang dadi pepadang (Terkenal jadi pencerah) Palilahing Sang Hyang Wenang (Dengan ridhonya Sang Maha Kuasa) * * *
10156.7K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as puisi rohani
Show Reviews (27)
Read
+Library
Anggra
diluar nalar nih ceritany kk Lis..sekelas Daniel yg tampan dan tajir bisa dicuekin bahkn mngkin dselingkuhin..jrang² sih crita kk Lis yg istri slingkuh dbelkang suami...biasany jga suami yg mendua..pokoke cerita kk Lis slalu mmiliki wrna yg brbeda dr yg lain..semangat kk lis
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Dhana meliriknya dan mengangguk. "Ada tiga jiwa dan tujuh roh dalam diri manusia. Tiga jiwa Kesadaran, Akal, dan Perasaan. Tujuh roh Gembira, Marah, Sedih, Takut, Cinta, Benci, dan Hasrat. Saat tiga jiwa dan tujuh roh tercerai-berai dari raga, raga itu sama saja telah kehilangan nyawanya." "Malaikat maut, kembalikan setiap jiwa dan roh Suryadi Atmaja! Kalau kamu menolak, aku akan mencarimu di neraka!"
8.540.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi rohani
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as puisi rohani
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status