Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Berbeda saat dia berciuman dengan Nana. Mia memancing Bayu agar membuka mulutnya. Dan saat Bayu membuka mulutnya, Mia dengan leluasa menjelajahinya. Setelah itu Mia mengambil tangan Bayu dan mengarahkannya masuk kedalam baju Mia. Mia membiarkan Bayu untuk menyentuh area area sensitif nya. Dan sekali lagi Bayu merasakan sensasi yang luar biasa. Mereka seakan menikmati keindahan senja hari itu. Mereka dibuai perasaan yang menyenangkan, walau pada hakikatnya Bayu sama sekali tak bermaksud untuk mengkhianati Nana.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Dia sudah terlelap dalam mimpinya untuk menyambut hari esok. Pagi itu Glyn bangun dengan perasaan sangat segar. " Udara disini sejuk..." Gumam Glyn. "Aku akan berjalan-jalan sebentar." Ucapnya. Glyn berjalan menyusuri danau yang ada didekat villa. Dia berjalan sambil melihat pepohonan yang berdiri tegak berjajar disana. Dia hanya memperhatikan pepohonan yang hijau dan tak melihat jalannya. Dia tak menyadari bahwa didepannya ada lubang kecil yang membuat kakinya terperosok dan jatuh, namun seseorang menangkap badannya dengan sigap.
9.92.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Matanya dikejutkan dengan pemandangan manis di atas meja makan kecil miliknya. Sepiring sarapan telah tersedia di atas meja. Dua potong roti laps dan segelas susu coklat menghiasi meja, tidak lupa setangkai mawar merah sebagai pemanis. Kirana berjalan mendekati meja makan dan mendapati selembar kertas di bawa piringnya. Ada sebuah pesan yang tertulis di sana. "Setelah sarapan, pergilah ke apertemenku dan tunggu aku. Aku akan menyuruh orangku untuk membereskan semua barang-barangmu,"
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Bahkan tanpa sadar gue udah sedari awal ngikutin lirik lagu walau dengan suara pas-pasan kaya bebek keselek linggis. Diam artinya bahagialah, menangis artinya aku sangat mencintaimu Aku tak akan mati hanya karna ia tinggalkan Jadi berhentilah menatapku seolah aku sedang sekarat Jawabanku akan selalu dengan senyuman saat orang bertanya kabarku Tinggalkan aku sendiri, jangan temui aku Aku tak ingin memulainya kalau tahu kau akan pergi
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Bahtera di dada harapan Saat hiruk pikuk merengkuhku di belantara Kita hanya sebatas rasa yang tak pernah di anggap ada Mungkinkah gugup tak berdaya menjadikan gigil terbalut kasihmu nan manja Di ranting-ranting cemara kering, se ekor burung camar bertengger tuk nikmati pawana Ia tahu ranting itu rapuh merana Bergeser tubuh untuk menarikan cinta Pada kenikmatan senja Dawainya mata Camar kepakan ekor dan sayap Selalu menarik pasangan lelap Menata akan suatu harap Namun ia bentuk elegi buana sebagai sajian tarian kirap Sampai tariannya sering ancap Kerap ia menerjang hilap Sebagai karunia kasihnya membulat genap Berangan gerak riang penuh harap
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Kata Senja Ella kemudian membuat barang milik Senja berukuran kecil seperti sebelumnya. Tidak ada firasat buruk atau apapun mereka berjalan dengan santai dan berhenti saat haus. Saat berhenti dan duduk. Senja melihat ada seekor burung hinggap di dahan rendah. Tepat di depan Senja. Burung itu seperti mengajaknya berkomunikasi, namun Senja tidak paham bahasa burung. Baginya itu hanya kebetulan saja. Namun, ia ingat apa yang dikatakan Afreda semalam. Segala sesuatu bisa jadi petunjuk untuk sesuatu yang akan terjadi. Jika Senja mengabaikan pertanda itu, mungkin ia mengalami masalah besar.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Hanya Sesal yang Tertinggal

Hanya Sesal yang Tertinggal

"Selama ini kami terlalu manjain dia. Udah waktunya dia ngerasain penderitaan." "Kalau memang harus ada orang yang bikin dia sedih dan menderita, Ibu lebih rela kalau orang itu kamu." "Dia terlalu banyak berutang sama kamu." Saat terbangun dari mimpi, ada setetes air mata di sudut mataku. Matahari hampir sepenuhnya tenggelam, hanya tersisa garis tipis di ujung langit. Sinar senja itu entah kenapa membuat hati terasa agak sepi.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status