Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

POV: Senja Ada pepatah bilang keledai yang bodoh saja tak ingin terperosok di lubang yang sama.. Sedangkan diriku malah mengulang kesalahan yang sama… "Kamu mau kan menikah denganku?," kataku sekali lagi pada Langit. Langit terlihat terkejut dengan pertanyaan absurd dariku. Mungkinkah dia menganggapku aneh?. "Senja, kukira ini terlalu singkat. Aku baru mengenalmu dan kita baru saja bertemu," katanya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Dari Akting Jadi Pendamping

Dari Akting Jadi Pendamping

Hari-hariku terasa sepi Namun tetap kulalui Meski tanpamu Kekasih Jadi pergi saja dari hidupku Karena aku lelah Merasa sendiri Lagu Senja Tidakkah kau tahu Dadaku terasa sesak Karena merindukanmu Selalu merindukanmu Dan hanya merindukanmu Tak dapat kuungkap dengan kata Atau pun air mata Tak ada waktu yang terbuang Tanpa merindukanmu Tak ada malam yang terlewat
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Cintaku serupa mentari Yang kutitipkan pada cahaya pagi Harapku dia menyinari dan membuatmu berseri Menyentuh ruang terdalam di hatimu dan meletakkan aku di sana hingga akhir nanti Cintaku seperti senja Meski hadir sekejap saja Namun, mampu memberi tenang Bagi yang memandang Serupa dirimu, Sayang Hadirmu adalah sesuatu yang ingin kujelang -Satya- ♡
1063.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

“Namamu bagus sekali, memang cocok dengan orangnya. Begitu berkilau, bersinar dan indah. Senja, adalah cahaya yang menyinari bumi, sisa-sisa matahari yang akan tenggelam dan terlihat begitu memukau. Apa kau tidak sadar jadi peserta paling tampan, paling unggul dan paling menawan dari pria yang lainnya?” Manda sedang menghibur atau sedang menyanjung-nyanjungkan Senja? Pria itu bisa saja jadi besar kepala.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Sinar mentari pagi mengenai jendela kaca di ruang perawatan Jelita. Bentuk paviliun memudahkan akses sinar masuk dengan sangat baik. Perempuan itu menggerak-gerakkan bola mata dan perlahan membuka. Terlihat genggaman tangan sang suami yang tidur terduduk di sebelah ranjangnya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di antara mereka, Bu Senja duduk tegak, matanya menatap ujung bara seolah-olah ingin menelisik masa depan dari kilaunya yang kecil. “Sudah tiga purnama kita di sini,” ucapnya lirih. “Tapi masih ada yang belum sepenuhnya hadir di tempat ini. Badannya ada di puncak gunung ini, tapi jiwanya …, masih tertinggal di Lembah Celing.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dinda membuka buku kecilnya, lalu mulai membaca dengan suara lembut “Kalau malam datang dan lampu padam, aku nggak takut, karena ada pelita di hati Bunda. Kalau pelita itu redup, aku nyalain lagi pakai cinta Ayah. Dan kalau dunia terlalu gelap, aku janji, aku akan terus jaga cahaya kecil ini, sampai terang datang lagi.” Suara kecil itu menggetarkan ruangan. Dina menatap Dion yang masih diam, tapi senyumnya terasa lebih damai. Ia mencium tangan suaminya dan berbisik “Pelita kecil kita udah nerusin cahaya Yon, kamu boleh istirahat sebentar.” Malam turun pelan. Rumah sakit mulai sunyi. Dina duduk di samping ranjang Dion sambil menatap langit dari jendela.
820 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Pria itu juga menambahkan puisi singkat di pojok kanan bawah lukisannya, membuat suasana di lukisan tersebut terasa lebih dalam. 'Di bawah bulan, bayangmu bagaikan giok yang dipahat, keindahanmu mengguncang negeri dan kota. Bahkan salju musim dingin malu kalah putih darimu, embun beku pun diam, hanya menemaniku yang gelisah. Langkahmu ringan, bagai angin semi menyentuh willow, pesonamu bak bunga mekar seribu pohon. Aku ingin mendekat,
9.857.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi senja singkat
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Mendengar itu, Audrey tiba-tiba mencibir, "Kurasa, dia nggak butuh kamu temani dia lagi." "Apa maksudmu?" "Lihat saja bagian belakang kartu pos ini." Christopher dengan cepat membaliknya. Dia langsung membaca kalimat pertama yang kutulis. [ Pada saat kamu membaca surat ini, aku sudah meninggal. ] Benar, kesehatanku sangat buruk dan penyakitku sudah mencapai stadium akhir. Beberapa hari yang lalu, aku telah meninggal di tempat di mana musim semi sedang mekar penuh.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status