Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi senja singkat
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.6K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

“Jingga di ujung senja// Jingga di ujung senja/ bersinar semakin redup/ Memudar berganti malam yang turun seperti kabut// Dalam penantian senja yang tak tahu/ Apakah ada ujungnya// Di atas cakrawala/ Jingga di ujung senja/ Melupakan kisah di ujung senja//” Tidak beberapa lama Resti lihat di stori Whatssapp, Rikka bikin status , “Puitis!” Resti tertawa puas. Resti tahu bahwa Rikka membalas status Resti di f******k dan membuat story di Whatssapp.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 335 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

"Sepertinya, mereka sudah menari sejak muda, ya? Gerakannya bagus sekali!" Aku membagikan cerita masa mudaku kepada para netizen. Mereka berpendapat bahwa aku sangat energik, lembut, dan berpendidikan. Aku terharu membaca pujian mereka. Selama ini, Ryan selalu meremehkanku, jadi aku tidak pernah tahu kelebihanku. Sekarang berbeda, kini aku jauh lebih kuat. Pada saat bersamaan, Juan mengunggah video.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

Sebuah senyuman miring penuh kelicikan pun muncul di wajahnya. “Biarkan dia tetap seperti itu. Kita akan menyiksanya perlahan sampai mereka datang. Jangan biarkan dia mati lebih dulu,” jawaban kejam itu dibalas oleh anggukan keras tanda setuju. Helena─sandera yang tubuhnya sudah terkulai lemah itu hanya mendengarkan dengan rasa sakit di dadanya. Dia ingin menangis begitu kencang. Namun matanya sudah sangat lelah mengeluarkan air mata. Dia berharap ini segera berakhir walau dia tidak tahu apakah dirinya akan tetap hidup atau tidak.
879 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi gak enak begini ya? ******* Kemesraan ini Janganlah cepat berlalu Kemesraan ini Ingin kukenang selalu Hatiku damai Jiwaku tentram disampingmu Hatiku damai Jiwaku tentram bersamamu… Terdengar lantunan lagu merdu yang di nyanyikan oleh penyanyi Indonesia Iwan fals dan Vina panduwinata. Sepasang anak manusia yang sedang memadu kasih di tepi sungai begitu menikmati lirik lagu tersebut yang berasal dari radio usang milik si lelaki.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 423 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

Namun, ia tidak mendapatinya. "Apa ada mata-mata dia di sini? Kenapa dia posesif sekali? Dasar Mas Langit menyebalkan," umpat Senja sambil mengepalkan sebelah tangannya. "Jangan mengumpatku. Turuti saja perkataanku." Sebuah pesan singkat dikirim Langit pada Senja. Wanita itu membukanya dan semakin terkejut. Kedua bola matanya membulat sempurna.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia menulis satu kalimat: Aku ingin hidup yang tidak perlu terus-menerus dijelaskan. Ia berhenti, membaca ulang, lalu menutup buku itu. Kalimat itu terasa cukup untuk hari itu. Ponselnya bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal. Selamat siang, Mbak Anggi. Saya Lila, teman lama Claudia. Boleh kita bertemu? Nama itu membuat waktu seperti melambat setengah detik. Tidak ada tusukan tajam, hanya gelombang pelan yang menyentuh dasar perutnya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ia merapal lirih mantra kuno yang tertulis di serpihan Naskah Sanghyang Karesian: “Layung nu jadi jembatan, sang waktu nu ngadadarkeun rasa.” (Senja adalah jembatan, waktu yang menyingkap rasa.) Ketika kalimat terakhir keluar dari bibirnya, bumi di bawahnya bergetar halus. Udara berubah menjadi cahaya keperakan. Daun-daun berputar seperti tersedot pusaran lembut, lalu seketika, di hadapannya, kabut membentuk sosok yang ia kenal: Ratu Rahayu Pajajaran.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi senja singkat
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status