Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Sedangkan aku memesan minuman soda yang dicampur dengan ekstrak lemon dan roti panggang dengan isian keju dan pisang. “Bagaimana keadaanmu di sekolah ini, Raihan?” Kak Nirmala bertanya. “Aku baik-baik saja, Kak. Aku mendapatkan kelas yang cocok untukku.” “Maaf, ya, sudah memarahi dirimu saat itu.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Wira mengatasi masalah yang disebabkan Keluarga Yumandi. Membeli kutipan garam, membantu pekerja di tambak garam menggali tambak garam, dan menempel pengumuman untuk mencelakai Keluarga Yumandi sehingga membuat Keluarga Yumandi sengsara." "Wira menuliskan puisi 'Mengenang Dirga' di Kompetisi Puisi Naga .... 'Prestasi yang sudah dibangun selama berpuluh-puluh tahun terasa bagaikan debu yang tak berarti, berapa banyak pergolakan yang sudah terjadi dalam perjalanan untuk mencapai kedamaian'. 'Aku ingin menunggangi kuda melintasi perbatasan musuh dan memukul mundur musuh'. Kata-kata yang bagus."
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202.7K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Janda Kembang

Janda Kembang

*** To be continue, Hayooo tebak siapa yang panggil-panggil Thalisa? Buat yang merasa senang karena ada adegan jambak-jambakan, mari kita joget bersama 😂 Tunggu up selanjutnya ya, jangan kemana-mana. Pantengin terus Janda Kembang di Goodnovel, ya! 💃❤
9.88.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

tanya Ira sambil fokus membaca buku. “Aku rasa memang benar, ini khasiatnya memang langsung bisa berefek, kamu tidak membohongiku Ra, uhhh kamu memang adikku,” kata Tidan. “Dasar,” kata Ira. “Besok kalau aku diare aku akan petik daun jambu biji saja kalau begitu, di depan rumahku kan juga ada pohon jambunya,” kata Tidan. “Iya, depan rumahmu memang ada pohong jambunya, tetapi sangat tinggi aku tidak bisa naiknya, enakkan disini,” jawab Ira.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Seekor burung memasukan dirinya ke air, menangkap ikan-ikan kecil lalu membawanya ke sarang, tak jauh dari pemandang itu lautan menawarkan ke mesraan lain. Layar putih yang ditiup angin samudera menghantarkan perahu itu ke semenanjung rindu. Seorang gadis duduk di ujung perahu, seraya menyulam senyum yang merekah pelan-pelan, terlihat seorang pria yang asik mengagumi senyum itu dari tempat kemudi. Tak mau kalah, ikan-ikan berjingkrakan mengambil buih-buih senyum yang di sulamnya. Perahu itu dikelilingi lompatan-lompatan cahaya yang berkejaran, mengitari perahu. Seakan-akan mengiringi pelayaran perahu itu. Layar pun mengembang ditiup samudera. Keindahan yang tak kunjung usai dihempaskan begit
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

Bughh!! Bugh!! Pukulan demi pukulan dari kepalan tangan seorang remaja laki-laki yang mengenakan seragam sekolah di gang sempit belakang warung berhasil membuat suasana yang tadinya sunyi kini menjadi sedikit ramai. Dua orang temannya yang berdiri di sampingnya hanya melihatnya sembari tertawa. Sedang si korban yang tengah dipukuli itu merintih kesakitan yang sekarang dia rasakan di sekujur tubuhnya. Diketahui mereka berempat adalah siswa dari salah satu SMA swasta di Jakarta Selatan yang bernama SMA Atsaws.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani seperti pinta yang kau ucap dalam janji cinta. Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit siapalah diri ku? Hanya insan biasa Semua itu sungguh aku tiada mampu~ (Exist - Buih Jadi Permadani)
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Cinta itu seperti air di sawah, jernih tapi mudah keruh.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Malam di Sidomulyo gelap, angin dingin menyapu sawah luas. Ardi Santoso, Sari Wulandari, dan Rendra Wijaya bersembunyi di gudang tua dekat pematang. Bau jerami basah menyengat, kotak besi bukti korupsi Pak Darmo di tangan Ardi. Kita hampir ketahuan tadi, pikirnya, jantungannya masih kencang.
830 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Walaupun dilahirkan dari keluarga kekurangan, tak terpandang juga tak disegani banyak orang. Emak dan bapak tak pernah mendidikku menjadi orang yang senang menadahkan tangan di bawah. Apa yang ada dalam benak mas Adry akan memberikan kompensasi atas status janda yang nanti akan kuterima. Pasca bercerai dengannya nanti. Bukan karena hartanya yang membuatku menerima pinangannya. Aku tahu dia kaya, banyak uang. Walaupun ia memulai karir sebagai prajurit strata paling rendah, hanya berpangkat prada, prajurit dua. Ia menghasilkan banyak uang dari menjual ketrampilannya membuat font juga desain logo. Hobi yang menghasilkan pundi-pundi itu ia kerjakan disela kesibukannya sebagai prajurit.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status