Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Dia berhenti sejenak saat melewatiku. Di saat itu, aku mencium bau disinfektan yang menyengat dari tubuhnya. Juga ada aroma amis darah yang samar. Itu bau yang tertinggal setelah cuci darah. Tengah malam, aku terbangun karena kesakitan. Tumor di otakku gila-gilaan menekan saraf. Aku berkeringat dingin menahan sakit, meringkuk gemetar di balik selimut.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

Di jamin seruuuu KARMA SANG PENGGODA MELEPAS BENALU KARMA IPAR JULID
10145.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

Girang Rumana dalam hati. "Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito. (Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita). Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno. (Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna). Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno. (Kesialan pasti musnah, musibah matapetaka nyata hilang). Tyasing roso mardiko.(Timbullah rasa merdeka atau bebas)."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Masih berani ngobrol di pelajaran saya! Sudah pintar sekali kamu ya!” Adhira menyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kamu coba buat satu bait.” Pak Heno langsung meminta Adhira yang kebingungan itu membuat pantun. “Ehm… ehmm…. “ Burung perkutut burung merak Burung pelican burung kutilang Burung garuda burung jalak Burung kasuari burung elang
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

"Sopo sing arep milu karo aku. Ngrasake semilire angin, nengisor wit teduh. Sukmo-sukmo sing raiso bali menyang awake. Reneo dadi abdi kawulo. Urip salawase karo aku, tak dadekno pameswari lan dadio dayang-dayangku. Menungso-menungso licik, moro gur njaluk pesugihan. Malah gelem ngganti jiwa suci, mung kanggo bondho sing ora bakal digowo mati. He manungsa, atimu luwih kejem tinimbang setan."
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

"Lingsir wengi sliramu tumeking sirno Ojo tangi nggonmu guling Awas jo ngetoro Aku lagi bang wingo wingo Jin setan kang tak utusi Dadyo sebarang Wojo lelayu sebet Tak utusi dadyo sebarang Setan, jin, pocong, danyang Dak lingsirake, dak gubahake Lir sedhoyo lelampahan Tak jaluk ojo marani Setan, jin, pocong, danyang Lir sedhoyo, ojo tangi
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Sampai Seno terbatuk-batuk. “Maaf Nu … gue nggak berani.” Sendanu membanting Seno di lantai dan menginjak perutnya. “Gue paling benci kata maaf dan lo masih berhutang sama gue.” Dia mengangkat kakinya dari perut Seno. “Kali ini lo beruntung.”
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Beban moral yang dia rebut paksa dari adiknya sendiri, Abimana. "Surat itu memang berasal dari Bima. Mas membuka suratnya, mengganti amplopnya, dan menulis ulang semuanya. Maafkan Mas, Bima, Senja. Mas sudah mencurangi kalian berdua." "Mas tega, mengakui sesuatu sebagai buah karya Mas, padahal itu puisi terindah penyemangat Senja kalau Senja sedang berada pada titik terendah. Saat Senja lelah dengan hidup ini dan ingin menyerah. Senja selalu teringat puisi indah zaman SMA yang mengatakan bahwa Senja itu selalu jingga, dan seperti Mas yang selalu mencinta. Ternyata semua kata-kata itu bukan dari Mas!"
1056.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status