Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Gila! "Ya seperti itulah, aku nggak mau munafik," Adnan menyandarkan tubuhnya di kursi, memejamkan matanya dan kembali memutar ingatan malam kemarin, di mana tubuhnya dan Redita menyatu penuh gairah. "Astaga Adnan!" Yudha menepuk gemas jidatnya, "Edo bisa ngamuk nanti kalau tahu, Nan!"
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Aku Di Sini, Prints Liam Aku di sini, Prints Liam, Aku di sini di balik jendela. Sevilla direngkuh Kegelapan dan mimpi. Kerinduan menjejali aku, Aku diselubungi menara hitam, Aku di sini di balik jendela. Kau lihatkah? Diatas Menara ada jendela Mengapa kau berlama?.. Tidakkah rindu Lihatlah aku,
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

Tak lama Arka menyodorkan kelapa muda sambil memohon maaf. "Sebagai permintaan maaf ... kupersembahkan kelapa muda ini untuk tuan putri, semoga tuan putri bersedia memaafkan hamba," Arka berkata seperti dialog dalam cerita kerajaan, sambil berlutut di depan Tiara. Tiara pun tak bisa menahan tawanya "Ih Arka, masa kelapa muda, mbok ya romantis dikit." katanya manja, tapi tak urung dia mengambil kelapa muda itu.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Penjaga Idaman

Penjaga Idaman

lanjut Kastara sambil menyodorkan sekotak nasi goreng yang masih terbungkus di dalam kantong kertas. “Terima kasih,” ucap Shena meraih kotak yang diberikan Kastara. “Kau tidak kenal ayahku. Dia kalau sudah marah, apalagi sampai mengusir itu berarti dia benar-benar emosi dan itu akan sangat lamaaaa sekaliiii untuk meredakannya. Dan aku rasa sekarang mereka yang memfitnahku sedang berpesta pora merayakan keberhasilan mereka,” ucap Shena kesal, membuka kotak itu dan mulai menyantapnya sambil sesekali mengomel hingga tersedak dan terbatuk-batuk.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

Kemudian gadis cantik itu menekan tombol bel yang ada di tembok sebelah pagar berwarna biru. Bagi Jamila, Elena adalah seorang gadis beruntung. Karena, ia bertemu dengan Erlangga yang cinta mati dengannya dan mendapat curahan kasih sayang dari Herlambang, papi sambung Erlangga. Dalam hati Jamila berbisik, ‘Coba kalau gue nasib sama seperti Elena, mungkin gue kagak perlu capek-capek dapat hinaan dari beberapa lelaki yang pakai jasa gue.'
9.781.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Baca Semua Ulasan
Cinta Seroja

Cinta Seroja

Pemuda di sana dan juga dari kampung lain yang kebetulan lewat ke jalan sana, untuk berangkat aktivitas. "Jangan bersiul kang. Kami bukan burung yang beterbangan," gumam Resty. "Tapi ...." "Bunga yang sedang menanti sentuhan sang kumbang," sambung Resty. sambil ketawa. "Lahh ... apa bedanya? yang bener itu, kalau si akang suka. Jangan bersiul, tapi ucapkan salam pada Ayah Bunda, dan bilang kalau Aa mau mengajak ke KUA biar halal di mata semua," timpal Sinta.
9.73.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

neoreul ilhgo sipji anh-a Aku tak ingin kehilanganmu beautiful my love Indah cintaku beautiful your heart Indahnya hatimu It's a beautiful life Ini adalah hidup yang indah sesang-e neowa dalm-eun chueog-i Kenangan yang menyerupai dirimu tto deong-geureoni naege namgyeojyeoiss-eo Masih tinggal dalam diriku neowaui gieog neowaui chueog Ingatan bersamamu, Kenangan bersamamu It's a sorrowful life Itu adalah hidup yang menyedihkan sorrowful day Hari yang Menyedihkan seulpeum-eul igiji mothaneun naege Aku yang tak bisa menang melawan kesedihan sorrowful life sorrowful day Hidup yang menyedihkan, hari yang menyedihkan nae gyeot-eseo tteonajima
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

"Ih, Bapak ini, aku lagi kepo malah dicuekin, sih!" Pakde Jarwo cuman senyum-senyum sendiri, kalau istrinya tahu kalau tanahnya terjual dengan harga yang lumayan bagus, nanti.tambah ribet lihat istrinya akan jingkrak-jingkrak karena bahagia. "Aku sudah lapar sekali, jadi ceritanya nanti saja," gumamnya. ***
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi seno gumira ajidarma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status