Derita Istri Tak Diinginkan
“Aku sangat bahagia. Mungkin saat ini aku adalah pria paling bahagia di dunia ini. Ini… benar-benar hadiah yang tidak terhingga. Tidak ternilai harganya.”
Thania mengulas senyum tipis namun dalam. Ada sesuatu di hatinya yang terasa tenang, hangat, dan utuh. Ia tahu, mereka telah melewati banyak badai, dan sekarang, kedamaian itu datang perlahan, seperti matahari pagi setelah hujan deras semalaman.
“Kalau begitu…” gumamnya, kali ini nadanya lebih ceria, seperti menyembunyikan sebuah rahasia. “Apa kau mau menuruti keinginanku?”