Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terbelahnya Rindu

Terbelahnya Rindu

Saat tangan mereka bertemu, ada sentuhan singkat yang membuat waktu seolah berhenti. Laras mengangkat wajahnya, menatap Andi, dan senyum kecil terukir di bibirnya. “Kamu tahu, dulu aku berpikir kebahagiaan hanya datang dalam bentuk keluarga sempurna yang utuh. Ternyata, kebahagiaan bisa datang dengan cara yang berbeda,” kata Laras dengan nada yang nyaris berbisik. Andi tersenyum lembut. “Kebahagiaan adalah menemukan kehangatan di mana pun kita berada. Aku bahagia bisa ada di sini, bersama kalian,” balasnya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Jika tidak mendapatkan kebahagiaan dalam hal-hal besar, temukanlah kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Kebahagiaan tidak selalu bersumber dari pencapaian besar, tetapi juga dari apresiasi terhadap apa yang kita miliki. Nikmati keindahan sederhana, seperti senyum seorang anak, secangkir kopi hangat di pagi hari, atau cahaya matahari yang menyinari wajah. Kebahagiaan sejati terletak dalam rasa syukur dan penghargaan terhadap momen-momen kecil yang kita alami setiap hari.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

Jevan, sejak Ibu melahirkan kamu rasa bahagia datang ke hidup Ibu Ibu sangat senang kamu mau menjadi putra Ibu… Ibu sangat menyayangimu… Kalau suatu hari nanti, di kehidupan lain…Apa kamu tetap mau menjadi anak Ibu? Love, Ibumu Jevan menutup surat pemberian Ibunya. Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil. “Ibu…aku bahkan gak bisa benci Ibu…” gumam Jevan.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

Dia bahagia karena telah hamil, disisi lain, dia takut ibunya akan marah. "Han, hari ini jualan apa gak?" Hanna sontak kaget, mendengar suata Bi Rahmi, membuyarkan lamunannya saat itu. "Ngelamun terus, Han. Kapan selesainya?" "Ehh, Bi Rahmi. Aku cuma lagi bingung, Bi." "Bingung kenapa, Han?" "Aku hamil, Bi." "Bagus dong, Han. Kenapa malah bingung?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Lalu riuh canda akhirnya memenuhi ruangan. *** Terima kasih sudah hadir Membawa gelombang kebahagiaan pada hidupku yang kerdil Jalananku dulu berbatu dan dipenuhi kerikil Keterasingan mendalam yang membuat jiwa beku menggigil Kini perlahan mengahangat Berganti dengan kebahagiaan berkali lipat Assyfa
10261.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
PURA-PURA BAHAGIA

PURA-PURA BAHAGIA

Entah bagaimana bicara dengan ibunya ini. "Bu, maaf. Bisakah kita tidak membicarakan ini lagi? Fokuslah pada kesehatan Ibu. Itu lebih penting dari apa pun," ucapnya akhirnya dengan menurunkan nada suaranya. "Tapi kebahagiaanmu juga penting, Ai. Ibu mau melihatmu hidup bahagia dengan seorang pendamping. Anak ibu ini, ganteng, mapan, soleh, masa kamu harus hidup melajang lagi. Ibu tidak rela, Ai!"
9.844.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Jalan Bahagia

Jalan Bahagia

Sudah cukup, biarkan waktu itu berlalu seperti kotak Pandora. Sementara dibelakang mobil Bara, diatas sepeda motor Zahra,Bara tersenyum bahagia mendapati betapa baiknya Tuhan.Niat baiknya untuk menemukan wanita yang berada didalam bus waktu itu ternyata sangat di respon baik oleh Tuhan. “Nikmat mana lagi coba yang ana dustakan, setitik niat baik ternyata berbuah manggis yang begitu amat baik. Thanks God.”Gumam Bara sembari menatap betapa indahnya Hutan pohon pinus itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Assalamu'alaikum Cinta : Suamiku Adalah Abdi Negara

Assalamu'alaikum Cinta : Suamiku Adalah Abdi Negara

Mereka berbicara tentang hal-hal kecil malam itu: tentang Panca yang mulai suka menulis cerita pendek, tentang Aksara yang sudah bisa berdiri sendiri, tentang pohon mangga yang akhirnya berbuah. "Dulu aku kira, kebahagiaan itu datang dalam bentuk kejutan besar," gumam Arafah. Bima menoleh. "Dan sekarang?" "Kebahagiaan itu datang dalam wujud yang paling tenang. Dalam suara tawa anak-anak, dalam tanganmu yang selalu menggenggam tanganku. Dalam hidup yang kita bangun pelan-pelan." Bima mengecup ubun-ubun Arafah. "Kalau begitu, kita pastikan hidup ini tetap pelan. Supaya bisa kita rasakan utuh."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Ia menarik napas pelan sebelum menjawab, “Ini tentang kebebasan, tentang menemukan kebahagiaan dari dalam diri kita sendiri. Terkadang, kita terlalu sering mencari kebahagiaan dari orang lain, tapi sebenarnya kebahagiaan itu ada dalam diri kita sendiri, menunggu untuk ditemukan.” Wanita itu tersenyum penuh pengertian, seolah-olah kata-kata Ratna menyentuh sesuatu yang dalam di hatinya. “Kau memiliki kebijaksanaan yang jarang dimiliki anak muda. Jangan pernah berhenti membuat karya seindah ini.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi tentang kebahagiaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status