Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernah Menyesal Menikah

Pernah Menyesal Menikah

"Aku nggak peduli apa yang terjadi di masa lalu. Yang aku pedulikan adalah apa yang terjadi sekarang, dan bagaimana kita bisa maju ke depan." Hatiku bergetar mendengar kata-katanya. Mas Auriga selalu membuatku merasa tenang, membuatku percaya bahwa ada harapan di masa depan. Namun, di saat yang sama, bayang-bayang masa laluku dengan Jagad masih menghantuiku. Aku tahu, aku belum sepenuhnya siap melangkah ke depan. "Tapi, Mas ...." aku berhenti, bingung harus berkata apa.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Aku bungkam, sementara Sae yang kuperhatikan seperti sedang melawan rasa canggungnya sendiri untuk berbicara denganku. Saat ini, banyak hal yang kupikirkan. Soal masa depan, ucapan Arrani, semua tanggapan orang-orang tentangku dan hari-hari yang akan kujalani di kemudian hari. Dari semua pikiran-pikiran itu, terbesit begitu saja tentang Kemal.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Biar Kubayar Cincin Untuk Jalangmu

Biar Kubayar Cincin Untuk Jalangmu

Namun entah kenapa kelopak mata ini tidak ingin terpejam. Aku jatuh dalam lamunan dan pemikiran panjang tentang hal-hal yang menyangkut masa depan dan hari esok. Aku berdoa semoga tidak ada lagi halangan serta berharap Tuhan melindungiku dari segala musibah dan bahaya yang mungkin terjadi.
5.738.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Namun, di dalam duniaku sudah tidak ada tempat untuk Aldo. Aku menginjak pedal gas, suara deru mesin mobil terdengar sangat mantap. Matahari terbenam membuat bayanganku tampak sangat panjang, aku menyetir sendirian menuju masa depan keemasan yang hanya menjadi milikku seorang diri. Semuanya benar-benar sudah berakhir.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Pria yang sudah keluar dari penjara setelah Ameli sukses itu kemudian berusaha membujuk Jendra agar mau membukakan pintu. Di kamarnya yang luas, Ameli duduk di depan cermin. Memandang tubuhnya yang terlihat terurus daripada dulu. "Apa aku yang terlalu egois? Tapi, jika aku teringat akan masa-masa sulit itu, entah kenapa hatiku sakit melebihi rasa sakit waktu melahirkan Jendra," ucapnya dengan diri sendiri. ***
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar: "Unyu, pinter kamu carinya. Entar digas pol, sekarang nikmati dulu kesendiriannya ya. Tampak mereka terlihat hanyut dalam pikiran masing-masing. Merindu masa depan itu pada dasarnya menyakitkan. Namun, terkadang ini memang sebuah jalan yang harus ditempuh, sampai akhirnya bisa memeluk harapan indahnya maupun kenyataan yang entah bagaimana. Merindu masa depan belum ada kepastian, hanya keyakinan positiflah yang mampu membalik sakit menjadi semangat yang berbukit-bukit. Ciara: "Hmm, tapi riweh gak sih, Om?"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Di tanganku, pena itu masih ada, berat dan bercahaya, seolah mengingatkan aku pada semua yang telah kami tulis. Seluruh dunia ini adalah dunia yang kami ciptakan, yang kami tulis, dan sekarang kami harus memutuskan: apakah kita akan terus menulis, atau apakah kita akan membiarkan cerita ini berakhir? Di atas kami, kalimat besar muncul di langit, seperti sebuah pengingat. “Setiap kata yang ditulis adalah masa depan yang ditentukan.” Itu adalah kalimat yang terus berulang setiap kali aku mencoba berhenti menulis.
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

“Aku tahu kau sedang menata banyak hal di kepalamu.” Lin Qian menoleh. “Kau terdengar seperti akan menanyakan sesuatu.” “Bukan sekarang.” jawab Wang Rui. “Hanya... masa depan selalu muncul, bahkan ketika kita tidak memanggilnya.” Lin Qian tersenyum samar. Ia tahu apa yang tidak dikatakan. Ia juga tahu, topik itu tidak sederhana. “Masa depan tidak pernah datang sendiri, ia selalu membawa konsekuensi.”
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Jarak (tamu di hati suamiku)

Jarak (tamu di hati suamiku)

Aku hanya sedang merancang masa depanku. Bukankah aku harus menciptakan kenangan indah saat meninggalkan Mas Bayu dan Inara? (Senyum jahat)
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 558 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status