Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
mungkin esok aku mati

mungkin esok aku mati

Aku membuka jendela dengan cepat agar cahaya matahari bisa masuk. Pandangan mataku melintasi setiap sudut kamar. Hampir semuanya dipenuhi debu. Namun, ada satu hal yang menarik perhatianku. Sebuah papan tulis kecil yang terpasang di tembok dekat meja belajar Marcell. Di sana, tertulis daftar tugas sekolah dan rencana masa depan Marcell, dengan sebuah tulisan yang membuatku tercekat: "Osaka University." Kampus yang selalu dia impikan untuk kuliah. Ternyata, itu semua hanya menjadi impian yang tak pernah terwujud.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Karena kelelahan akibat lembur beberapa hari, ada bayangan biru muda di bawah matanya. Dan ada tahi lalat kecil berwarna cokelat di ujung matanya. Dia dulu adalah impian yang sangat tinggi dan tak terjangkau bagiku saat masih remaja. Aku tak bisa menahan diri, hidungku terasa memanas. Banyak hal yang sulit untuk diungkapkan. Mungkin kita selalu merasa rendah diri di hadapan orang yang kita pandang tinggi. Tapi, di dalam hatiku, aku tak rela mendorongnya menjauh.
42.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Kalimat pertama yang ia tulis: “Tidak ada gerbang yang benar-benar tertutup bagi jiwa yang ingin pulang.” Naira memegang kepala, menyadari sesuatu. “Kalimat itu membuka jalur balik… termasuk bagi jiwa yang seharusnya belum pernah ada.” Anak itu mengangguk pelan. “Aku adalah jalur itu.” “Jiwa… dari masa depan yang kau selamatkan.” Lira gemetar. “Jadi kau… dari masa depan yang belum terjadi?” “Ya.” Anak itu mendekat.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Permaisuri yang Diabaikan

Permaisuri yang Diabaikan

'Ya, kau benar, Allendis.' Kenyataan tempatku berada berbeda dari masa lalu. Tidak akan mudah, tetapi aku tidak akan terjebak di masa lalu lagi karena masa laluku tidak akan pernah kembali. Aku memimpikan masa depan, dan aku menemukan sedikit harapan bahwa aku bisa mengubah nasibku.
63.8K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

“Aku ingin dia bahagia, Num. Aku udah nggak peduli sama omongan orang. Tapi yang aku takutkan, cucu-cucuku nanti… apa mereka akan dapat tempat di dunia ini? Apa mereka akan diterima?” “Sabar, mbak. Tuhan nggak akan kasih ujian tanpa jalan keluar. Mungkin sekarang gelap, tapi nanti pasti ada terang. Jangan takut akan masa depan, mbak. Kita tidak tahu apa yang terjadi. Mungkin apa yang kita takutkan tidak terjadi." Aini mengangguk, tapi sorot matanya masih kosong, seolah menatap masa depan yang penuh kabut.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 533 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
In Relationship

In Relationship

Sayang, mulai dari sekarang harus aku katakan Aku bukan sosok sempurna penuh pesona Di dalam diriku ada banyak kekurangan tanpa kelebihan Maka sabarlah ketika aku tak sesuai dengan yang kau harapkan Masa depan pun belum tentu seperti yang kita rencanakan Akan banyak anca, juga halangan yang begitu memberatkan Namun, tenanglah kamu di saat itu akan datang Sebab aku akan setia melindungimu dengan rangkulan kesetiaan Lupa, entah seperti apa sosokmu harus kujabarkan
87.1K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Raina

Raina

“Aku titipkan masa depanku sama kamu, Ka. Cukup masa lalu yang menyakitkan, jangan masa depan.” Senyum penuh kelegaan tercetak jelas di wajah Raka. Akhirnya... Setelah semua fase ia lewatkan, detik ini, saat ini, bersama ratu hatinya. Ia bersiap melangkah, memenuhi janji yang selama ini ia ingkari. Menuju masa depan, di maba hanya akan ada kebahagiaan yang ingin ia ciptakan. “Sure. Aku akan berusaha menjaganya dengan baik.”
109.9K viewsOngoingAdded to Library 327 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Kisah Aletha Anasya

Kisah Aletha Anasya

“Geaa gue mohon untuk jangan menghilang dan menghindar lagi ya, serasa kurang jika engga ada lo Ge, Yang biasanya kita berlima namun saat ini hanya berempat. Jangan malu dengan masa lalu lo yang kejam Ge, semua orang pasti mempunyai masa lalu entah itu buruk atau indah. Tapi yang namanya masa lalu tidak perlu diingat, yang lalu biarlah berlalu.” “sekarang yang perlu lo lakuin yaitu lo harus fokusin diri lo untuk merancang masa depan.. karna saat ini yang terpenting ialah masa depan. Dan masa depan lo engga hancur Ge! Masa depan lo sangat cerah.. jangan pernah berpikiran kalau lo sudah tidak mempunyai masa depan, masa depan tidak ditentukan dari masa lalu. Gue yakin masa depan yang cerah suda
109.5K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Summer Pieces

Summer Pieces

Ia pun duduk di bawah salah satu pohon sambil memandang aliran air. Aku pun duduk di sebelahnya, “Seberapa sering?” “Seminggu atau dua minggu sekali. Aku banyak berpikir di sini. Mengingat masa lalu, berandai-andai, merancang masa depan.” “Merancang masa depan?” alisku terangkat. Ia sedikit tersenyum simpul. “Apa yang ingin kulakukan setelah hari ini, minggu depan, bulan depan, setelahnya.. seperti itulah. Terkadang aku mengenangmu. Bukannya aku tidak bisa move on...”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Agnia adalah masa depan yang ingin kucapai, tempat di mana harapan dan cinta yang sebenarnya bisa tumbuh. Di hadapan Saskia yang terluka ini, aku merasa terjebak. Antara masa lalu yang masih menahanku, dan masa depan yang menunggu jika aku bisa melepaskan janji.
10876 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as puisi tentang masa depanku
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status