Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

kataku lirih. Mas Rio berjalan menghampiriku, “Lus, coba kamu pikirin, masa depan kamu. Kamu masih muda, masa depan kamu masih panjang, dan anak di luar nikah … gimana kamu bisa--,” dia tidak meneruskan kata-katanya. Aku terdiam, karena semua yang dia katakan adalah benar, bagaimana aku bisa, bagaimana caranya? Aku sama sekali tidak tahu.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Tafsir Waktu

Tafsir Waktu

Aku menghela nafas sesaat karena sudah lelah, sebab pekerjaan malam ini cukup banyak juga. Aku selalu memikirkan mungkinkah ini awal yang mesti ku jalani, atau mungkin akhir dari segalanya. Entahlah,aku sangat takut meraba –raba masa depan. Aku selalu berdoa dimalam ketika semua orang tak bisa mendengarnya. Berharap masih ada kesempatan untuk memupuk kembali masa depan yang semestinya, mungkin setidaknya untuk bisa bertemu lagi dengan ibuku.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh

Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh

Rating 21+ "Kamu jangan khawatirkan hal yang tak pasti. Masa lalu hanyalah masa lalu dan aku takkan pernah tergoda olehnya lagi. Saat ini dan selamanya, kau adalah ratuku, masa depanku, ibu dari anak-anakku kelak. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, Inara. Hatiku adalah milikmu."
9.9111.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Tentang Juni Lalu

Tentang Juni Lalu

Jalan benar yang seperti apa versi bapaknya? “Jangan pernah meragukan kemampuan seorang anak untuk meraih masa depannya. Kau harusnya mempercayai anakmu bukan malah memotong jalan yang susah payah Hanin buka untuk masa depannya. Kau harusnya percaya, Pak, jika masa depan seorang anak tidak selalu berada di tangan orang tuanya, tidak selalu Bapak Ibunya yang mengatur,” “Lalu masa depan yang seperti apa yang sedang anakmu itu susun, Bu?! Menjadi seorang penulis yang tidak pernah jelas masa depannya?”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
BAYANGAN DARAH SIREGAR

BAYANGAN DARAH SIREGAR

Melainkan sebagai pemuda yang datang dengan langkah penuh arti. Dan masa depan kini benar-benar terbuka lebar. To be continued...
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Sistem Pewaris Terhebat

Sistem Pewaris Terhebat

“Peristiwa ini muncul di pikiranku.” “Aku benar-benar bisa melihat masa depan.”
9.777.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Pembalik Langit Dunia Persilatan

Pembalik Langit Dunia Persilatan

Lusun melihat bintang di siang hari, ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya. "Aku melihat masa depan, tapi aku tidak bisa melihat siapa yang berdiri paling akhir!" gumam Lusun. Jendral Heong melihat wajah diam Lusun "apa yang kamu pikirkan?" "Tidak ada, aku hanya mencoba melihat masa depan! "Bagaimana kamu melakukannya? Siapa orang yang bisa melihat masa depan!" Lusun menunjuk ke salah satu pohon "kalau kita menanam pohon anggur hari ini, pastinya dimasa depan akan berbuah anggur juga, dari situlah aku melihat masa depan?"
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
MARTA, cinta kedua

MARTA, cinta kedua

Membiarkannya jatuh, menimpa rumput yang gelisah oleh hembusan angin. Aku menengadah. Menatap langit kelabu, tetapi hatiku biru … cerah diterangi semburat masa depan yang belum bisa kuraba.
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 938 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Bayang Masa Lalu

Bayang Masa Lalu

Brak. Rama membanting pintu, dia pergi meninggalkan Kanaya sendiri di ruangan itu. Penuturan Kanaya tidak bisa Rama terima. Karena ramalan konyol orang tuanya tiada. Karena ramalan itu, Rama harus kehilangan ingatan. Meski hidupnya saat ini jauh lebih baik, tapi saat tidak bisa mengingat hal apa pun di masa lalu, semua itu tidak ada artinya. "Ram, kamu mau ke-"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tentang masa depanku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status