Mr. Airlangga
kataku lirih.
Mas Rio berjalan menghampiriku, “Lus, coba kamu pikirin, masa depan kamu. Kamu masih muda, masa depan kamu masih panjang, dan anak di luar nikah … gimana kamu bisa--,” dia tidak meneruskan kata-katanya.
Aku terdiam, karena semua yang dia katakan adalah benar, bagaimana aku bisa, bagaimana caranya? Aku sama sekali tidak tahu.
Bab Populer