Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Lalu seorang Pria tersenyum dan berteriak dia adalah Shira merah “Semuanya mari kita sambut tamu kita !” Sebuah Lingkaran tiba – tiba menyala dan menarik Ratusan Tentara ke dalam lingkaran berwarna merah . Lalu Shira mendekati tentara dan dengan santainya Shira menyisir rambutnya yang berwarna merah terang , lalu Shira menusuk ratusan tubuh tentara itu dengan Akar pohon , dan seketika ratusan tentara itu mati . “Manda ! cepat lakukan sekarang !” teriak Yip sambil memukul salah satu bawahan Shira .
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Cinta di Ranjang Jenderal

Cinta di Ranjang Jenderal

Saat itu juga, pintu tiba-tiba terbuka dan seorang tentara keluar dengan rokok yang menyala di mulutnya. “Andrey?” sapa si jenderal. “Jenderal, aku sudah membawakan meja tulismu ke kamar.” Si tentara itu menarik puntung rokoknya dan mulai memandang ke arah Navila. “Baiklah.” “Apa dia perempuanmu, Jenderal? Tidak buruk untuk seorang Agelan.” Si tentara itu kembali menghisap rokoknya. Bau tembakau yang terbakar mulai tercium, mengingatkan Navila pada ayahnya yang seorang perokok.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai puisi tentara
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

TOTALITAS PERJUANGAN Kepada para mahasiswa, yang merindukan kejayaan Kepada rakyat yang kebingungan, di persimpangan jalan Kepada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan Sebuah catatan kebanggan, di lembar sejarah manusia Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun kejalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk negeri tercinta Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun ke jalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10270.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Sori menatap langit, menggumamkan baris puisi yang kini terasa begitu nyata di tengah kemenangan ini: "TANYA PADA BUMI YANG LUAS—SIAPA YANG AKAN BERANI BERTANGGUNG JAWAB ATAS PASANG SURUT NASIB DUNIA INI?" Aku mengangkat kepalanku tinggi-tinggi ke udara. Sebuah simbol kemenangan mutlak. Kami berhasil mengusir pasukan kekaisaran tanpa kehilangan satu nyawa pun dari pihak kami. Hari ini, kami tidak hanya memenangkan pertempuran besar kedua. Kami baru saja merampok seluruh perbekalan mewah yang disebut sebagai "Hadiah Ulang Tahun" untuk Kaisar.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
703 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Penguasa Dunia

Kembalinya Sang Penguasa Dunia

Audio guide itu juga selalu menjelaskan secara detail informasi yang dutemui ketika An Yishui ketika berada di satu tempat ke tempat yang lain. Terlihat tempat yang sangat luas disertai sekitar 8.000 tentara keramik dengan ukuran manusia asli dan kuda yang dikenal sebagai Tentara Terakota, aliran sungai merkuri, hingga jebakan senjata untuk menggagalkan penjarahan. Ada juga kereta, kavaleri, tentara lapis baja dan senjata panah. Ada perwira tinggi, termasuk 9 jenderal yang ditemukan sejauh ini di salah satu lubang. Ada juga senjata-senjata para prajurit.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

"Astaghfirullah, ternyata masih ada orang seperti kamu di jaman sekarang," "Maksudnya?" "Pepatah kuno, jika dilempar orang pakai batu, lempar pake goreng pisang," "Ah, Abang ini tentara atau sastrawan sih?" "Hahaha, dia sastrawan yang menyamar jadi tentara," Wulan yang sedari tadi ikuti nyimak akhirnya ikut bicara.
1080.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38.5K kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status