DIARY SKIZO
Puisi-puisi miliknya begitu syahdu dan romantis.
Ah, Mas ... padahal sebaris pun tak pernah kau buatkan puisi untukku, istrimu.
Dayu ... Ida Ayu Ambarukmi. Seseorang yang masih menempati posisi khusus di hati suamiku saat ia menulis puisi itu. Lalu, di mana posisiku sebagai istri? Hanya pelarian semata? Lagi-lagi ujung mataku basah. Kutepis semua ingatan. Ini kesalahan karena mencari tahu tentang sesuatu yang bukan porsiku. Seperti ia yang tak pernah mempermasalahkan masa laluku, seharusnya aku pun begitu.