KISAH GLORY : Panglima Perang
“Ketika kau sudah mulai dewasa, kau akan mengerti sendiri apa itu cinta, tanpa harus dijelaskan oleh siapa pun.”
“Aku harus tahu sekarang!” desak Brockley tak peduli.
Menyaksikan Brockley begitu antusias, Riley terperanjat dan sedikit syok. “Kau masih sangat kecil, Brockley. Lagi pula, kau tidak mengenal perempuan di sini kecuali Kakak dan Bibi Yara saja.”
“Aku penasaran karena hampir semua puisi karya Kakak itu tentang cinta. Laki-laki di sini hanya Paman Herbert, aku, dan Kak Lothar. Kok bisa Kakak banyak nulis puisi cinta?”