PEMBALASAN UNTUK SAHABAT TUKANG HASUT
"Dih, sombong ... kalau gitu, kenapa ndak kamu carikan? Mencarikan madu untuk orang lain bisa, masak mencari untuk diri sendiri ndak bisa?"
Sinta berdecak. "Kamu sekarang nggak asik kalau diajak ngobrol, Nyia. Ya udah, aku pulang dulu. Padahal niatku ke sini untuk menghiburmu. Kurang baik apa, coba? Aku tuh sahabat yang paling ngerti dirimu, Nyia. Bahkan jalan surgamu saja kupikirkan. Kamunya saja yang kurang paham. Dahlah, aku pamit." Setelah berucap, Sinta langsung bangkit dan segera beranjak ke luar. Aku pun melakukan hal yang sama.
Hot Chapters