Kutukan Perjaka Tua
Lama.
Tuhan, aku menyayanginya.
***
Kaki langit sudah kemerah-merahan ketika aku dan Resva tiba di pemakaman. Sesaat setelah tiba di rumah Ibu, kami bergegas ke sini untuk meminta restu.
Angin berembus sedikit kencang, membuat bunga kamboja berguguran dan meniup penutup kepala yang Resva kenakan.
Kami duduk bersimpuh di samping pusara Pak Darji, lelaki yang pernah berbagi obrolan seru denganku di hari itu, sesaat sebelum beliau meregang nyawa.