Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

teriak Bara lalu dia pun mendorongkan tangan kanannya kearah pusaran air raksasa tersebut. Wuutt! Bola biru dengan hawa dingin luar biasa itu menderu dengan ganas lalu menghantam pusara air raksasa milik Gandi. Pyas! Seketika pusaran air itu membeku menjadi es setelah pukulan Bola Iblis Es milik Bara menerjang. Pusaran air yang tingginya hampir menyentuh awan itu berhenti setelah membeku menjadi es hingga terlihat bagaikan pilar es raksasa. Semua prajurit yang terkurung di dalamnya pun mati membeku oleh kekuatan es dan tekanan dari air milik Gandi yang sangat berat.
8.962.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Tanpa sepatah kata, Sari mendekat membawa sebuah tempayan tanah liat berisi air yang bertabur bunga tujuh rupa. Kakek mulai menyiduk air itu dengan gayung batok kelapa, menyiramkannya perlahan ke pundak dan kepalaku. Sensasi air itu terasa sangat aneh; bukan dingin, melainkan seperti aliran es yang langsung memadamkan api yang membakar di dalam pembuluh darahku. Setiap kali air itu menyentuh kulitku, aku melihat cairan hitam pekat zat beracun itu luruh dari pori-poriku dan hanyut terbawa arus sungai.
1080.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Kemudian Asmarini dibawa Nenek Pancasari ke wilayah hulu sungai Citarum yang airnya sangat besar dan deras. "Setiap hari aku berendam di sungai tanpa memakai apa-apa..." "Hah!" potong Bayu dengan tatapan menerawang. "Dasar piksum!" "Apa itu piksum?" "Pikiran mesum!" "Oh, he... he... he...! Lanjutkan!" Asmarini bilang dia harus menahan derasnya air sungai yang besar, apalagi di hulu. Dia tidak boleh goyah sedikit pun. Walau begitu dia tetapi diberi arahan oleh Nenek Pancasari.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Tuan Arrogant

Istri Gelap Tuan Arrogant

Pak Burhan pun melihat sumber asap, ternyata celana abu-abu Bayu terbakar oleh rokok. "Panas!" Teriak Bayu. Pak Burhan pun mengambil sebuah timba yang di taruh untuk menampung air hujan dan menyiramkan pada celana Bayu. Api pun padam hanya saja ada bau yang terasa. "Kok bau Pesing?" Pak Burhan mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidung. "Ini air kencing dan air hujan Pak," kata Bayu sambil menahan muntahan, para murid laki-laki memang usil dan kadang buang air kecil dalam timba tersebut, tak terkecuali dirinya juga.
9.74.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111.9K kali sebagai pusar berair
Tampilkan Ulasan (890)
Baca
+Pustaka
Sayidah Prasetya
setiap hari slalu nungguin author update bab baru. bukan hanya dijudul yg baru ini,melainkan di judul "istri lugu presdir dingin" tiap baca slalu terhibur,sering senyum² sendiri kalau pas ada bab lucu. next publish bukunya ya thor,biar yg lain pd baca n bisa buat nambah koleksi perpus mini di rumah.
Ina Thabita
Sebelumnya makaaasih banyak thor buat novelnya jujur seumur hdp baru kali ini banya novel ngikutin ampe hbs uang 200rb lebih kali............pdhl aku bukan tipe orng yg suka baca buku tpi dngn novel ini gilaaaa ceritanya bagus awal2 aku sampe nangis sesegukan tpi skrng tangisan trganti dngn trtawa snyum
Baca Semua Ulasan
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Benda-benda itu tampak begitu sederhana, begitu bersahaja di tengah kemegahan teknologi di sekeliling mereka. “Air ini dari pertemuan tujuh mata air suci di tanah Pasundan,” jelas Mang Gede, suaranya bergema pelan di keheningan stadion. “Dia membawa ingatan tentang kemurnian dari jantung bumi.” Ia mulai menumbuk jahe dan kunyit dengan batu sungai kecil, aromanya yang tajam dan segar langsung menguar, menebas udara steril di panggung. Itu adalah aroma kehidupan, sebuah deklarasi perang terhadap segala sesuatu yang sintetis.
900 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Hosh hosh hosh Pak Asep tampak kaget sekali saat aku tarik, dia melihat air sungai yang kini menjadi pusaran. "Jang, eta naon? (Jang, itu apa?)" Pak Asep yang tadinya ingin segera berenang kesana, kini tampak panik kembali. Karena dia tidak mengetahui bahwa terjadi sesuatu ketika kakinya masuk ke dalam air. “Kenapa air sungai nya jadi seperti itu Jang?” Kata Pak Asep yang kaget atas apa yang dia lihat. “Lulung samak Pak Asep, ternyata kenapa aku tidak bisa melihat dasar sungai ini karena dasar sungai ini tertutup oleh lulung samak.”
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai pusar berair
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
CEO LOVE ME

CEO LOVE ME

"Ya... Bukan gitu, daripada beli di luar mulu, kalo aku yang masakin sisa uang brlanjanya bisa buat aku gitu, maksudnya, hehe...." Suara dan senyuman Karin tiba-tiba membayang tanpa permisi di hadapannya. Pasha mendengus frustasi, kemudian mengambil sebotol air mineral dalam kulkas dan meneguknya banyak-banyak. Kepalanya seperti gelas kaca berkabut, semuanya buram. Mungkin saja ia dehidrasi sehingga jadi sering berhalusinasi. Kemudian Pasha melangkah ke ruang kerjanya yang ramai banyak rumus yang tertempel di dinding, serta berbagai penghargaan yang tersusun rapi di lemari di sudut lain, dia duduk di balik kursi, berhadapan dengan komputer besarnya yang berukuran 65 inchi, dengan resolusi ti
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Kesatria Mawar

Kesatria Mawar

Dia memang memang menguasai teknik penyembuhan dengan mana elemen air. “Arghh!” Gulzar Heer kembali memuntahkan darah, mengotori pakaian sang pangeran. Pangeran Fayruza menarik tubuh kesatria wanita itu ke dalam dekapan, memperkuat mana. Cahaya biru semakin benderang. “Bertahanlah, Gulzar, kumohon ....” ***
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Walaupun ia merasa bersalah sama Bagas tapi dia lebih takut dipecat. Ditempat berbeda, Mawar baru saja meminum air putih yang dibawakan oleh pramusaji. Tiba-tiba ada pesan lewat chat dari seseorang. Bara : ["Kamu jangan minum air apapun, Kevin ngasih sesuatu ke minuman yang dibawa pramusaji."] Mawar : ["Apa Bang? Aku udah minum ini. Aku pikir air putih biasa."]
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status