Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu
Begitu pintu terbuka, pemandangan di depannya membuatnya hampir kehilangan kata-kata.
Seluruh kamar mandi basah kuyup. Air menyembur dari berbagai arah, membentuk kabut halus di udara. Di tengahnya, Irisha berdiri panik, wajah basah, rambut menempel di pipi, bajunya tampak basah, dan tangan berusaha menutup semprotan air yang tak terkendali.
“Om! Tolong! Ini semuanya bocor! Kenapa kayak gini sih?!” serunya, setengah berteriak.