Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Terlalu tepat. Raras berdiri di anjungan kayu, memandang sungai selatan. Airnya tenang. Padahal semalam hujan di hulu. Seharusnya keruh. “Airnya bersih,” gumamnya. Seorang perwira di belakangnya tersenyum. “Tanda baik, Jenderal.” Raras tidak menjawab. Air bersih setelah hujan bukan tanda baik. Itu tanda aliran ditahan.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Siasat Sang Penguasa

Siasat Sang Penguasa

, tapi tidak mungkin pusaka itu terbang sendiri, lagipula pasti sudah ditemukan jika memang melayang di udara karena sangat mudah terlihat. Kalau begitu selain gas, ada sifat cair. Dan yang berlaku dengan sifat cair ini hanya untuk air. Ya, jika di dalam air memang pasti berhubungan dengan lokasi aliran air yang berusaha ditunjukkan oleh kalung nya semalam. bisa saja, selama ini pusaka itu tak di temukan lantaran, tersembunyi disana!.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Layang Samba, dengan Tenaga Dalamnya, menarik partikel air dari Sungai Serayu yang berjarak hanya sepuluh depa dari mereka. Partikel air itu mengembun di ujung Tongkat Waru, lalu meledak menjadi ribuan tetesan air yang ditembakkan ke arah Dipasena. Tetesan air ini bukan hanya basah; mereka membawa daya ledak dari Tenaga Dalam Rancawaru, seolah Dipasena dihujani peluru air yang sangat padat. Wush Byarr! Benteng Pawana milik Dipasena bergetar hebat. Ribuan tetesan air itu menembus lapisan terluar Pawana, tetapi daya ledaknya berhasil ditahan oleh lapisan kedua.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Parit itu menembus kolam dan mengalirkan air kolam ke dalamnya. Whoosh, karena panas yang dilepaskan oleh petir, permukaan air dipenuhi uap, dan arus listrik mengamuk untuk sementara waktu. Puff! Seteguk darah mengalir kembali, dan Neo merasa jauh lebih nyaman. Kakinya yang tidak stabil mundur sepuluh langkah berturut-turut, dan dia berlutut di tanah dengan bunyi gedebuk. Tulang-tulangnya terasa mati rasa.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

"Byur!" Dari kejauhan, Arjuna melihat seorang prajurit menuangkan seember air ke halaman. Bau minyak pinus makin kuat. Ember itu sama sekali bukan air, melainkan minyak pinus yang terlihat hampir sama dengan air. "Byur!" Seember 'air' lagi dituangkan dari luar. Kali ini prajurit itu berlari ke dalam rumah, menuangkannya ke arah kepala mereka.
9.3427.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.4K kali sebagai pusar berair
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Menjadi Istri Kedua Billionaire

Menjadi Istri Kedua Billionaire

jelas Gebara dengan nada pelan. "Tidak!" Marc bersedekap dengan air muka yang kembali datar dan berbalut angkuh, "itu water boom alami. Buktinya banyak anak-anak yang bermain di sana. Mereka melompat ke air dan berenang mengikuti arus air. Ada perosotan juga tadi."
9.9157.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Air yang dulu mengalir di sana kini hanya tersisa genangan kecil berwarna kehitaman. Ratna menatap ke bawah, keningnya berkerut. “Air ini... bukan lumpur biasa.” Arga berlutut, menyentuh sedikit cairan itu dengan ujung jarinya. Seketika ia menarik tangan cepat-cepat cairan itu mendesis, mengeluarkan asap tipis. “Bayangan itu sudah menodai sungai ini,” katanya pelan. “Berarti inangnya lewat sini.”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Cinta Tulus Istri Pengganti

Cinta Tulus Istri Pengganti

Salah satu asisten menyalakan pancuran air hangat, membiarkan butiran air yang lembut mengguyur seluruh permukaan tubuh Zara dari ujung kepala hingga ujung kaki. ​Saat air hangat itu menyentuh kulit lengannya yang melepuh, rasa perih yang teramat sangat seketika menyengat sarafnya, membuat Zara mendesis kesakitan sembari menggigit bibir bawahnya erat-erat. Air yang mengalir turun ke saluran pembuangan berubah warna menjadi keruh kehitaman, membawa serta seluruh sisa jelaga, debu, dan kotoran dari musibah kebakaran yang merenggut rumahnya. Namun, sebanyak apa pun air hangat yang mengguyur tubuhnya, Zara tahu bahwa noda kepalsuan yang kini mulai melekat di dalam jiwanya tidak akan pernah bisa
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Elemen Air (Syailendra): Dipimpin oleh Cangak Sabrang dan sebagian besar pasukan Medang. "Lepaskan Baruna Nenggala!" teriak Cangak Sabrang, lengannya melesat. Seketika, dari bumi yang kering, pusaran air raksasa bangkit, menggerus tanah dan pepohonan, mencoba menelan barisan depan musuh yang berelemen api. Pusaran itu berputar cepat, mengeluarkan suara gemuruh memekakkan, bagai mulut naga laut yang siap melahap. "Air adalah sumber kehidupan dan juga pemusnah! Saksikan kehancuran kalian!" serunya lagi.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Mertua Melarangku Datang Di Acara Lamaran

Mertua Melarangku Datang Di Acara Lamaran

"Heh, apa yang kamu lakukan. Air apa ini!" "Air lada campur cabai!" jawab Serena dan kilat matanya menandakan kemarahan yang amat sangat. "Kamu gila, hah?! Menyiram Amira dengan air cabai. Di mana otakmu itu!" tunjuk Puspa. "Ibu, perih. Perih!" Amira menjerit.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pusar berair
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status