Tawanan Cinta Tuan Abizar
Mawar yang lebih dulu menjauhkan diri, takut tuannya kelepasan.
"Lebih baik cuci saja rambutmu." Abizar tersenyum kecut, "lihat ekspresiku sekarang, sudah seperti serigala yang siap menerkam 'kan?"
Mawar meringis, apa yang Abizar katakan tidak salah. Andai jika Abizar tidak memiliki prinsip. Apa kabar tubuh Mawar? Ah, Mawar tidak bisa memikirkan nasibnya. Abizar pergi ke keran yang tertancap di dinding rumah, diputarnya hingga mancuran air keluar dari lubangnya. Mawar mencuci kepalanya hingga basah, tetesan air juga membasuh wajah dan kedua bahunya. Sudah Mawar cuci beberapa kali, aroma itu masih membekas. Ah, namanya juga parfum Abizar, pasti merknya terkenal dan harganya mahal, tentu saja
Bab Populer