Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Terbangun Sistem Menyuruhku Membunuh Sang Raja

Setelah Terbangun Sistem Menyuruhku Membunuh Sang Raja

Dan kini, topeng ramah itu perlahan-lahan mulai retak di hadapannya. Liriel memegang kepalanya, pandangan di sekitarnya mendadak terasa kabur. Ia menggosok mata lalu mengedipkannya berkali-kali. Namun, penglihatannya tak kunjung membaik, justru semakin buram disertai dengan rasa pusing yang teramat besar. ​"Eh, kepalaku sakit..." gumam gadis itu lirih, benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada tubuh ubur-uburnya.
10371 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

“Apakah aku bisa berlatih untuk bisa menggunakan mata kiriku tanpa harus membuatnya berdarah? Sejujurnya itu menyulitkanku dalam melihat jika menggunakan penutup mata segelap ini.” Aliran darah dapat kurasakan mengalir dari mata kiriku, menuruni pipi dan berakhir menggantung di dagu. Bulir-bulir sebesar biji anggur itu kemudian membasahi jubah hitamku yang mustahil untuk dilihat bekasnya. Belum ada satu menit pun aku melepaskan penutup mata ini namun rasa lelah dan sakit itu langsung mendera.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Terpikat Cinta Sang CEO

Terpikat Cinta Sang CEO

pikir Julia melamun. Tanpa sadar, Julia merasakan matanya berkabut, hidungnya terasa perih. Julia merasakan di sudut matanya terasa lembab. Julia mengangkat tangannya, dan mengelap air matanya yang hampir saja jatuh, dengan punggung telapak tangannya.
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Mesum

Dinikahi Berondong Mesum

Menutup matanya guna mengurangi pening yang dirasanya. "Kenapa harus serumit ini," gumamnya pelan.
9.278.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Eva merogoh tasnya, mencari obat tetes mata yang biasa ia gunakan. Namun sayangnya, dia tidak membawa obat tersebut. Eva menepuk keningnya pelan. “Aah … aku lupa membawanya karena terburu-buru.” Rasa perih di matanya itu kini menjalar ke kepala. Eva memukul kepalanya berulang kali, berniat menormalkan pandangannya. Namun pandangan matanya semakin gelap.
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Istri Kecilku

Istri Kecilku

Keringat mengucur dari pelipis, melewati pipinya yang mulai memerah terpanggang matahari pagi Depok yang terkenal garang. Di sampingnya, Pitaloka sudah terlihat seperti tanaman layu; bahunya merosot dan wajahnya kuyu. ​"Di... gue rasa, gue bakal pingsan kalau disuruh push-up sepuluh kali lagi," bisik Pita dengan suara parau.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

suara Liom dengan tiba-tiba. Mpus dan Upik segera menoleh ke arah Liom yang sudah membuka matanya. Mereka mendekati Liom, "Kau sudah sadar?" tanya Upik. "Aku sudah sadar sedari tadi. Ck, jendela ini bisa gak ditutup saja? cahaya matahari itu mengganggu mataku." Liom memicingkan matanya dan mengangkat tangannya ke kepalanya untuk melindungi matanya dari sinar matahari.
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Di Atas Ranjang Sepupu

Di Atas Ranjang Sepupu

Ghea berusaha melompat lagi, tetapi Juna hanya memiringkan tubuh sambil terkekeh. “No, no…” Juna menggoyang-goyangkan kacamata itu. “Kata Mami kamu, mata kamu bengkak. Dan setelah saya lihat-lihat… iya benar, kepala kamu yang bengkak.” Nada suaranya penuh godaan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

"Gue pengen muntah kalau liat lu senyum. Senyum lu kayak tahi!" Arya kecil terus menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan segala suara-suara aneh yang terus muncul di kepala. Tapi tak berhasil, suara itu entah berasal dari mana dan bertubi-tubi menyerangnya. Mengingatkannya lagi pada apa yang dikatakan seseorang yang membencinya itu. Arya menangis. "Arrgghh! Sakit, pusing" lirihnya tertahan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

Diamnya Mama itu artinya membenarkan tebakanku. Rasa sesak itu semakin menyeruak, hingga menimbulkan rasa hangat di sekitar area kedua mataku. Bayangan wajah Papa berkelebatan di pelupuk mataku. Rasa bersalah semakin mengentak di dalam sini. Kini pandanganku terasa mengabur seiring cairan bening yang mulai menggenang di pelupuk mataku. Cairan-cairan itu kini berubah menjadi buliran bening yang siap meluncur dari persembunyiannya.
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 674 kali sebagai pusing diatas mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status