Pengantin Dadakan
Rombongan yang lain pada ke mana lagi?
“Woi, ale-ale tak pites kepalamu.” Dia lari lebih lebar.
Tadi katanya capek nggak sanggup lagi. Tibake mau nimpuk aku, kok, sehat wal’afiat.
Ada apa denganmu, Iqis? Kupikir kita saling memendam rasa, ternyata rasa mi ayam jauh lebih enak.
“Damai, Qis, damai, kiss me, Qis.” Adeh, salah bicara lagi, tapi … Iqis bengong, jangan bilang kesambet.
Hot Chapters