Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as quiet
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10796 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as quiet
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza dan berjalan menuju kamarnya. Caiden terdiam menatap punggung Speranza. Air matanya jatuh tanpa diminta. Dia sedang dalam dilema. "Maaf." **** Yasa menghidupkan handphonenya lalu mematikannya kembali. Yasa terlihat sedang gelisah. Entah apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Byakta memperhatikan Yasa dengan bingung. Dia menyenggol siku Yasa membuat Yasa menatapnya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as quiet
Read
+Library
Dia

Dia

"Pssst! Pssst! Lea!" Desisan dari arah belakang membuat gadis berambut sebahu yang sedang menulis menoleh sekilas. "Apa sih. Berisik!" ujar Lea balas berbisik dengan mata tetap awas menatap area papan tulis.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as quiet
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

Harus dengan sikap yang baik dan tutur kata lemah lembut, jangan sampai membuat calon pelanggan tersinggung dengan tindakan atau pun penolakan yang dilakukan. "Sory, Gue udah emosi!" sergah Siska mengalah dan akhirnya kembali mendekatkan dirinya dengan Dimas. Dimas pun mengangguk pelan dan melempar senyum melihat tindakan Siska yang berubah hanya untuk mencari sebuah perhatian. 'Siska, jujur Gue nggak ikhlas kalau harus liat Lo seperti ini.' batin Dimas lagi-lagi memberontak.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as quiet
Read
+Library
Why

Why

Timbul Perasaan Tidak Percaya "Non Aina istirahat dulu, ini sudah sangat larut sekali," ucap Bik Ida untuk kesekian kalinya. "Saya masih belum mengatuk, Bi. Saya mau menunggu Rafael dulu," jawab Aina, masih dengan rasa gelisah dalam hatinya. "Tapi, ini sudah jam tiga pagi, lho, Non Aina. Apalagi Non 'kan baru saja sembuh, jadi harus banyak istirahat," nasehat Bik Ida lembut, seperti selayaknya ibu bagi Aina.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as quiet
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

jawab seseorang di seberang sana tanpa basa-basi dan terdengar semringah. Felix mengerutkan kening setelah mendengar suara yang menjawab panggilannya. Ia berusaha mengenali suara tersebut yang pemiliknya ternyata seorang perempuan. “Maaf. Anda siapa? Dari mana Anda mendapat nomor pribadi saya?” cecarnya tanpa bertele-tele. Felix berasumsi bahwa tidak mungkin calon kliennya menghubunginya tanpa menyapanya dengan embel-embel Pak, sebatas sebagai bentuk kesopanan, terlebih saat ini sudah jam sebelas malam.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 955 Times as quiet
Read
+Library
Silent love

Silent love

ucap sandi "masalahnya gue belum tau alamat sekolahnya, tapi kalo dilihat dari seragamnya kayaknya sih sisiwi SMA 01.besok lu temenin gue nyari ni cewek pokoknya gue gak mau tau harus dapetin tu cewek"ucap rey dengan penuh ambisu "oke, gue juga penasaran sama cewek yang bikin elu sampe kaya gini"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as quiet
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Gadis itu mengangguk pelan seolah tidak memiliki energi. “Mungkin R61 sudah tidur. Saat ini kota permukaan sudah gelap,” ucap pemuda itu. “Hah! Padahal suaraku sudah melengking dan bisa dikatakan cukup mengganggu manusia yang telah terlelap dalam mimpi. Atau jangan-jangan kode itu bukan lagi milik R61?” Gadis itu mendongak menatap layar hologram yang masih terus bekerja menampilkan data.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as quiet
Read
+Library
Choice

Choice

Ting tong Bel apartemen berbunyi. Reihan pamit untuk membuka pintu. Seorang wanita dengan mini dress coklat muda berdiri di depan pintu apartemennya. Reihan tersenyum senang menyambut kedatangan kekasihnya. “Kok, nggak kasih tahu kalau mau datang?” membuka pintu lebih lebar. “Tadi aku ke rumah teman, terus aku pengin ketemu kamu, kangen.”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as quiet
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status