Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KINASIH

KINASIH

tanyanya hati-hati. *
1.5K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as quiet
Read
+Library
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as quiet
Read
+Library
Secret Night

Secret Night

Ceysa menyadari kesalahannya. “Hmmm ...” gumam Calvin singkat, lalu mematikan ponselnya begitu saja. Di kejauhan Kenny yang sudah berpakaian, sedang memijat kakinya yang terasa kesemutan, padahal selama ini selalu mati rasa. “Sepertinya suasana hatiku yang bahagia membuat syarafku bangun dan mulai merespon,” gumamnya dengan senyum tipis memperlihatkan kebahagiaan.
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 423 Times as quiet
Read
+Library
Fake

Fake

Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi. “Misi mbak, prikitiw mari dah sini.” Teriakan Kevin membuat Laura—pelayan yang menjadi target mereka melangkah mendekat. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya Laura sopan. Mereka cekikikan sebagai respon semakin membuat Laura tidak nyaman berada di sekitaran lelaki yang menurutnya sebaya dengannya itu. “Bisa bantu lap ini mbak mejanya basah nih,” kata Ali sembari menunjuk genangan air di meja mereka. Gadis itu mengerutkan k
2.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as quiet
Read
+Library
Home

Home

47 Sayang: Mas, tadi pas check in kamu kan gaikut masuk. Lupa bilang kalau kartu kamar yang satunya aku titipin di resepsionis. Aku udah bilang nama kamu kok jd nanti tinggal sebut nama aja. Aku lagi mager banget turun ke bawah mas maaf ya :(( ] ["Kenapa? Istri lo nge-chat?"] "Iya," jawabnya pelan. "Gue tutup dulu ya. Makasih sudah angkat telepon dari gue."
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 310 Times as quiet
Read
+Library
Reset

Reset

Dia akan tetap buat perhitungan. Saka berhenti tepat di bawah rumah pohon dekat perkampungan belakang kompleks rumahnya. Dia ambil ponselnya mencoba menghubungi Iqbal. Sialnya, Iqbal tidak angkat. Saka berteduh di bawah pohon, menyenderkan tubuhnya berusaha sebanyak mungkin menghirup oksigen. Dia tidak sadar kalau sedang berada di area perkampungan kumuh. Dan dia baru sadar juga kalau di atasnya ada rumah pohon yang tidak terawat. Iseng Saka ingin naik ke atas, tapi baru naik satu tangga, dia berhenti. Saka mendengar musik dari atas, lagu pop rock menghentak.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as quiet
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedelprend
teriakku. “Kamu kenapa teriak sih?” protesnya. “Oh, kedengaran ya? Kirain Mas Wira congekan.” sindirku santai. Ia mendengus. Suasana mobil menjadi hening, sehening saat mengheningkan cipta pas upacara bendera. Nggak ada suara radio, nggak ada suara apa-apa, selain suara mobil yang menderu. Membosankan sekali! Aku menoleh sebal ke arah Mas Wira.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as quiet
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Aku diam, begitu juga dengannya. Aku menundukkan kepala lalu berucap pelan, “aku tidak ingin pergi kemanapun hari ini.” “Kenapa? Kamu demam?” Septian meletakkan telapak tangannya ke dahiku lalu kembali menyimpan tangannya. Aku menggeleng pelan, “aku... hanya tidak ingin pergi.” “Menyingkir,” Septian berucap pelan namun tajam. Kudongakkan wajahku menatapnya dan dia menatapku dengan tatapan dinginnya.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as quiet
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

SWIIIISH! Sebuah gelombang kejut berbentuk sabit tipis yang terbuat dari qi murni, bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia, melesat keluar dan memotong salah satu kaki Adam Heat tepat di atas lutut dengan presisi bedah yang sempurna. "AAARRGGHHH!" Rasa sakit yang tak tertahankan membuat Adam Heat menjerit seperti seekor ayam yang sedang disembelih hidup-hidup.
9.674.1K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as quiet
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status