Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
636 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as quiet
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Namun ia tidak mengeluh. Matanya tak pernah lepas dari pria di hadapannya. Qing Jian duduk bersila, punggung tegak, napasnya perlahan dan dalam. Cahaya keemasan samar masih mengalir di bawah kulitnya—bukan kilau mencolok, melainkan seperti bara api yang tertutup abu. Tenang… namun jelas berbahaya. Setiap denyut Qi yang mengalir darinya membuat udara di sekitar mereka sedikit bergetar.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 650 Times as quiet
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Ada sesuatu dalam nada suara Alfa—sesuatu yang membuatnya sulit bernapas selama beberapa detik. Apakah ini… perhatian? Tidak mungkin. Ini Alfa. Alfa yang dingin, Alfa yang cuek, Alfa yang bahkan jarang menunjukkan emosinya dengan jelas. Tapi sekarang, ada sesuatu yang berbeda. Alana menunduk, memainkan sedotan di gelasnya. "Kenapa lo tiba-tiba peduli?" tanyanya pelan, hampir seperti bisikan.
902 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as quiet
Read
+Library
U

U

Bagaikan tidak memiliki hati dan pola pikir. Karena hal itu membuat Yuda memberikan mode silent pada ponselnya. Itu pun kalau Yura atau Ari tidak meneleponnya, mungkin Yuda tidak akan tahu. Yuda pun sampai berpikir untuk membeli nomor ponsel yang baru.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as quiet
Read
+Library
Difficult

Difficult

tanya Leo dengan suara lembutnya. Putik mengalihkan pandangan membuat tatapan mereka bertemu, Leo bisa melihat kesedihan dari kedua matanya dan melihat itu membuat Leo mendekatinya. Seketika tubuhnya membeku saat merasakan lingkaran tangan pada pinggangnya, Putik memeluk Leo erat yang membuatnya hanya bisa diam. Tangan Leo sendiri berada di udara tidak tahu harus berbuat apa, tidak lama tangan Leo sudah berada di punggung Putik untuk membelainya dan menenangkan dirinya. Tidak ada yang bersuara dan Leo bisa merasakan kemejanya basah oleh air mata yang Putik keluarkan, tidak tahu mengatakan apa saat ini dan memilih diam.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as quiet
Read
+Library
HIATUS

HIATUS

Suara Tuan Harraz tercekat, membuatku yang bingung langsung menatap wajahnya. Tubuh Tuan Harraz gemetar, lalu tiba-tiba menutup Al-Qur’an yang kami pangku bersama-sama itu dan berdzikir untuk menenangkan hati, seakan ada yang bergejolak dari dalam diri lelaki itu, yang membuatnya kacau dan bicara saja tidak beraturan, “Allah. Allah. Allah.” Hanya nama Tuhan yang lelaki itu sebut, membuatku yang duduk di sebelahnya terdiam.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as quiet
Read
+Library
ONLY YOU

ONLY YOU

sapa Xiyi melambaikan tangannya dengan canggung. Ia berusaha mencairkan suasana di antara mereka, namun dengan sifat Wei yang dingin, ia menatap Meng Qi dengan tatapan sinis seakan percikan bola api keluar dari matanya, ia terdiam membeku menatap Wei dengan mata berlinang. "Wei.. Kenapa kamu disini?" tanya Meng Qi tersenyum tipis menyeka sebagian air mata yang tampak jatuh dengan tangan gemetar.
92.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as quiet
Read
+Library
Ikhlas

Ikhlas

Awan pov Setelah selesai dengan ritual mandi aku segera mengecek ponsel karna sejak tadi berisik oleh suara notifikasi Mataku melotot sempurna saat melihat grup bisnis yang tengah ramai membicarakan aku dan Ka Edy Pak Arkana Calling 📲 Aku yang tengah sibuk membaca komentar di grup dikagetkan ketika mendapat panggilan dari Pak Arkana "Untuk apa pak arkana telepon malam-malam begini, duh angkat gak ya. Kalo gak diangkat takutnya gak sopan tapi kalo di angkat... duh tau ah" Akhirnya aku memutuskan untuk menjawabnya 📞"Assalamu'alaikum" salamnya 📞"Wa'alaikumsalam" 📞"Sudah sampai?" 📞"Hm sudah" duh kok deg degan gini ya
102.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as quiet
Read
+Library
Shadow

Shadow

ucap Kendra pelan tanpa memedulikan orang yang berdiri tegak memperhatikannya. Hening tidak ada jawaban. Tidak ada suara pintu yang terbuka ataupun tertutup ataupun bunyi lainnya. Kendra heran, apa bisa Alex diam saja? Kendra mengangkat kepalanya sedikit melihat seseorang yang diam itu. Ia mengerutkan keningnya, lalu seketika bangun dari tidurannya dan duduk tegak juga memasang wajah sangar. "Maaf," ucap Izra pada akhirnya dengan pelan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as quiet
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status