Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Matanya berkilat oleh dominasi intelektual yang absolut. "Kalian semua selalu melihat lambang huruf 'V' raksasa yang terpahat di atas dinding lobi utama gedung ini. Kalian, dan seluruh dunia, mengira huruf itu adalah singkatan dari Vance. Atau mungkin... Arthesia milik Vandella," ucap Jovian dengan nada yang dingin. Jovian menegakkan tubuhnya, memancarkan dominasi seorang penguasa tunggal.
9.89.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Mars vs Venus

Mars vs Venus

Mars menghela napas dan menggeleng geli atas reaksi Venus yang berlebihan. “Mars, ini apa?” tunjuk Venus ke dada Mars setelah mereka berdua berbaring di tempat tidur. “Ini…,” Mars melihat tempat yang ditunjuk Venus “Coba tebak,” sebuah tato bertuliskan VA di dada Mars tercetak jelas. “VA…,” lirih Venus. “Hmm…” “Nama aku?”
9.910.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Cucu Kegelapan

Cucu Kegelapan

“Yang membawaku pada satu pertanyaan lain, Ildara. Vingsai itu apa? Bagaimana bisa kepatuhannya berpindah padaku?” “Siapa lagi kalau bukan karena Kaisar?” Ildara terkekeh geli saat Venus mengerjap-ngerjap seakan baru ingat. “Vingsai—seperti yang satu itu—” Ildara mengedikkan dagu ke arah manusia busuk tadi, “—adalah manusia mati yang dulunya jahat dan tercipta kembali oleh amarah-amarah yang terkumpul di Bumi Pertama.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

“Jadi aku sedang masuk ke rumah iblis dengan undangan resmi.” --- Malam hari, vila Vadim. Bangunan besar itu terletak di bukit menghadap laut, dikelilingi pagar tinggi dan kamera keamanan canggih. Mobil hitam yang membawa Nicolo berhenti tepat di depan tangga marmer. Dua pria berjas hitam memeriksanya sebelum mempersilakan masuk. Vadim menyambutnya di ruang tengah, mengenakan kemeja linen putih dan celana hitam. Tangannya menggenggam segelas vodka, matanya tak pernah berhenti mengamati.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

Gladisa mencengkeram kuat Tangan Valdo agar berhenti berjalan. Valdo menoleh seakan menunggu apa yang ingin di bicarakan wanita itu padanya. "Apa? Apa kau masih begitu merindukanku hingga masih ingin berlama-lama berduaan denganku?" Goda Valdo untuk mencairkan suasana yang sempat menegang di antara mereka berdua. "Ck. jangan bicara sembarangan kak! tidak lucu." Protes Gladis, lalu memanyunkan bibirnya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Brondong Toxic

Brondong Toxic

Satu-satunya alasannya tidak mengusir Viki dari rumah. “Nama belakangnya Fahdatqan artinya singa yang kukuh. Kalian boleh cari nama lainnya tapi tolong sisipkan nama itu untuk dia. Anggap saja itu syarat dari saya untuk kalian juga hadiah buat dia supaya dia tahu kalau dia punya ibu kandung di sini yang akan selalu ingat sama dia,” Elsa memohon hanya dibalas anggukan oleh Pak Jono dan Bu Susi. Viki menatap ke arah orang tua Elsa yang berada di depan kamar dan lanjut menatap Elsa yang masih berbaring dan bicara dengan suara tertahan, “kamu inget perjanjian kita kan, Elsa?”
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

tanya Oskar lagi. "Visaku habis di tanggal itu." "Apa itu visa?" tanya Karl. "Visa itu semacam izin untuk masuk ke suatu negara bagi orang asing. Ada batas waktunya bagi orang asing untuk dapat tinggal di negara lain." Jovita mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana. "Apakah kamu akan kembali ke sini, Jo?" tanya Inga. Jovita tersenyum sambil mengusap pipi Inga yang duduk di sebelahnya. "Akan kuusahakan kembali lagi menengok kalian di sini."
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai quo vadis artinya
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

, Louis tertawa dan berkata “Hahaha kau tidak salah ka ! coding ini memang benar hanya saja Hardisk ini badsector ! “ Bagian 3 : Perpustakaan Valentine adalah siswi baru jurusan sastra , dia adalah gadis yang sangat anggun dan Valentine memiliki paras wajah yang sangat cantik "Hay kamu gadis yang sangat cantik dan sangat anggun , kamu sedang cari buku apa ?" Ucap Dodi kelas 11 jurusan Seni . Valentine hanya tersenyum dan berkata "Panggil saja aku Eneng ka , aku sedang
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

Доверя́й, но проверя́й (daviryay noh praveryay) “Percaya tapi verifikasi” Vladivostok, Mei 2025 Xabi tidur dengan keadaan kamar tanpa pintu dan Vash terikat di sudut kamar. Tentu saja tidurnya tidak nyenyak. Belum lagi ia mendapati Ravil sibuk melakukan sesuatu sepanjang malam. Persiapan untuk ke Vorkuta, katanya. Keesokan paginya Ravil pergi entah ke mana lalu kembali membawa makanan. Ah ya, tentu saja ia tidak bisa memasak karena dapur berantakan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
GADIS

GADIS

Reuni? Kembali rasa takut dan khawatir merajai alam bawah sadarku. Reuni, sebuah kata yang asing bagi orang introvert sepertiku. Yang kutahu, reuni adalah sebuah ajang pertukaran pertanyaan. Pertanyaan tentang gaji dan pekerjaan, tentang anak dan pernikahan, tentang kesuksesan dan kegagalan, tentang segalanya. Dan reuni adalah hal yang paling menakutkan untuk seseorang yang bukan apa-apa sepertiku. Reuni itu menyeramkan seperti Picolo, musuh bebuyutan Shun Go Ku di film kartun kesukaanku semasa kecil, Dragon Ball. Dan jelas, undangan reuni yang kuterima pagi itu lebih menakutkan daripada menghadiri seratus acara pernikahan. “Bu, ada undangan reuni, aku datang tidak ya?” Tanyaku pada Ibu yang
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai quo vadis artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status