UNPLACED
“Mungkin saat ini lingkungannya masih norak dan mengkotak-kotakkan sesuatu. Tapi, percaya aja sama kemampuan lo, Man. Itu yang bakal bikin lo sukses, mau apapun keadaannya.”
Arman tersenyum. “Thanks, Vik. Nggak heran lo jadi teman terbaik gue.”
“Bagus, karena teman terbaik lo ini masih perlu bakat untuk ditunjukkan di Puteri Nusantara. Lo harus bantu!”
“So, no ballet?”
Kuat-kuat, Vika menggeleng. “Nggak.”
Arman tertawa dan berkata, “Your wish is my command, my greatest talentless friend,” yang disambut dengan cengiran lebar Vika.
***
Hot Chapters