Lelaki Pilihan Surga
“Manusia boleh berharap, Cit. Manusia bisa merencanakan sebaik mungkin. Tapi, tetap, keputusan Sang Maha Benar, yang menentukan.”
“Ya Allah, hatiku serasa patah, terluka, Ra. Aku tidak membayangkan betapa pedihnya hati beliau, mendengar keputusanmu ini, beserta alasanmu!”
“Inilah hidup, Cit. Kalau tidak bahagia, pasti ada kesedihan.”
“Ra, bisakah kamu mengambil keputusan, dengan hati nuranimu. Tidak dengan logika terus menerus?”
Hot Chapters